Diklat Pendidik, Noni Hidayat Tegaskan Babel Perlu Guru PAUD Berkualitas dan Bersertifikasi
PANGKALPINANG — Persoalan kekurangan Guru PAUD di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menjadi salah satu atensi Bunda PAUD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani.
Menurut Noni, dalam mengatasi persoalan tersebut, tidak cukup jika hanya berfokus pada pemenuhan dari sisi kuantitas semata, melainkan harus dibarengi pula dengan peningkatan kualitas.
Hal itu disampaikan Noni dalam sambutannya, saat menghadiri Diklat Berjenjang Tingkat Dasar dan Tingkat Mahir bagi 65 pendidik PAUD, yang digelar Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Bangka Belitung, di Kantor Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Bangka Belitung, Kamis, (24/9/2026).
"Bangka Belitung memang kekurangan guru PAUD, tapi di sisi lain, kita (Babel, red) juga memerlukan guru-guru PAUD yang berkualitas dan memiliki sertifikasi sesuai dengan bidangnya," ujar Noni.
Oleh karenanya, kata Noni, peningkatan kompetensi guru PAUD menjadi komponen penting dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan anak usia dini.
Pelaksanan diklat ini, lanjut dia, menjadi salah satu momentum untuk memperkuat profesionalisme pendidik, termasuk mendukung pemenuhan legalitas dan sertifikasi guru PAUD sesuai bidangnya.
"Saya menilai diklat ini sangat penting guna meningkatkan kompetensi, kualitas, dan profesionalisme guru atau tenaga pendidik PAUD dalam memberikan layanan pembelajaran yang sesuai dengan fase tumbuh kembang anak," ucapnya.
Lebih lanjut, menurut perempuan yang juga menjabat sebagai Ketua TP PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tersebut, pendidikan anak usia dini merupakan fondasi pembentukan karakter dan mendukung proses tumbuh kembang anak.
Karena itu, Noni dalam kesempatan itu mengapresiasi dedikasi para guru PAUD yang mengikuti diklat tersebut di tengah tanggung jawab mereka sebagai guru dan anggota keluarga.
Noni berharap seluruh peserta mengikuti rangkaian pelatihan dengan baik dan lulus ujian sertifikasi dengan hasil terbaik. Upaya tersebut, kata Noni, diharapkan turut mendukung terwujudnya generasi emas Indonesia 2045.
Sementara itu, Ketua PW HIMPAUDI Bangka Belitung, Djuariningsih, mengatakan peningkatan kualitas layanan PAUD harus dimulai dari profesionalisme dan kompetensi pendidik.
Menurut dia, salah satu langkah yang ditempuh HIMPAUDI ialah melalui pelaksanaan diklat berjenjang.
"Diklat berjenjang ini menggunakan sistem terintegrasi, mulai dari pendataan, pre-test, post-test hingga tugas mandiri," kata Djuariningsih.
Menutup pernyataannya, Djuariningsih berharap pelatihan tersebut mampu meningkatkan kompetensi guru PAUD di Bangka Belitung, sehingga mampu memberikan layanan pendidikan yang semakin berkualitas bagi anak usia dini di Negeri Serumpun Sebalai.