217 Peserta Meriahkan Pawai Kendaraan Hias
Pangkalpinang – Pawai Hari Kemerdekaan Republik Indonesia disambut dengan sangat meriah. Berbagai instansi turut berpartisipasi mengikuti pawai kendaraan hias motor dan mobil pada hari senin (21/08/2017). Para peserta tersebut tidak hanya dari instansi, tetapi juga dari peserta umum maupun pelajar/mahasiswa yang menghiasi kendaraan mereka dengan design-design yang menarik dan kreatif. Tampak berbagai kendaraan hias “mengular” dari garis start depan kantor gubernur.
Pawai kendaraan hias hari ketiga ini akan menempuh rute sejauh kurang lebih 15 km, yang dimulai pada pukul 10:00 WIB. Dan menurut jadwal, rute terakhir kendaraan hias ini akan berada di alun-alun taman merdeka sebagai garis finish.
Pawai kendaraan hias pada tahun ini mengalami peningkatan jumlah peserta, dimana tahun lalu tercatat hanya 192 peserta, namun pada tahun ini panitia mencatat penambahan jumlah 25 peserta, hingga total berjumlah 217 peserta. Dengan rincian Pawai kendaraan hias motor berjumlah 97 peserta, yang diantaranya adalah; regu kehormatan 4 peserta, SLTA 4 peserta, Perguruan Tinggi 5 peserta, OPD 12 peserta, perusahaan 13 peserta, dan umum 59 peserta. Sedangkan untuk kendaraan mobil berjumlah regu kehormatan 5 peserta, OPD atau instansi sebanyak 41 peserta, perusahaan 27 peserta, umum 47 peserta
Wagub Abdul Fattah pun pada pagi hari itu bertindak untuk melepas para peserta pawai yang akan memulai acara. Pertama-tama diberikan kesempatan kepada para regu kehormatan kepada SatpolPP, yang diikuti oleh, Bank Papin (Bank sampah Pangkalpinang), Para Kepala Sekolah, Forum Kerukunan Umat Beragama Pangkalpinang (FKUB), Perbakin, dan Tagana.
“Melalui mobil hias ini kita mencoba membangunkan kembali semangat 45 itu kepada generasi sekarang ini,” ujar Abdul Fattah.
“Kemerdekaan di Indonesia ini bukanlah bukanlah hadiah, tetapi merupakan buah dari pada perjuangan. Oleh karena itu, mereka jadi tahu bahwa pejuang yang dulu sudah berusaha dengan kerasnya, mereka pun juga harus bekerja keras membangun negeri serumpun sebalai di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dan Indonesia secara menyeluruh,” tambah Abdul Fattah.
Diantara para peserta kendaraan hias tersebut ada beberapa yang tidak turut memodif dengan hiasan-hiasan meriah. Hal ini ditanggapi wagub bahwa itu bukan lah suatu masalah, mengingat beberapa kendaraan tersebut merupakan kendaraan antik yang mungkin saja generasi muda tidak mengetahui berbagai jenis kendaraan yang pernah ada di Indonesia dan di Bangka Belitung ini. Jadi hal tersebut menurut Abdul Fattah dapat menambah pengetahuan generasi muda mengenai perkembangan automotif yang ada di Indonesia ini.(K5)