Analisa Pola Pangan Harapan, Dinas Pangan Adakan Pembekalan
PANGKALPINANG-- - Ketahanan pangan merupakan suatu kondisi ketersediaan pangan yang cukup bagi setiap orang. Fokus ketahanan pangan tidak hanya pada penyediaan pangan tingkat wilayah tetapi juga penyediaan dan konsumsi pangan tingkat daerah dan rumah tangga bahkan individu dalam memenuhi kebutuhan gizinya.
Adapun indikator kualitas komsumsi pangan ditunjukan satu diantaranya dengan melihat pada kondisi pola pangan harapan (PPH) yang dipengaruhi oleh keanekaragaman dan keseimbangan konsumsi antar kelompok makanan yang dikonsumsi.
Seperti halnya pada Kamis (19/4) dalam rangka pemetaan dan pembekalan dalam penyusunan PPH atas kondisi pola konsumsi pangan dan asupan gizi masyarakat Bangka Belitung, Dinas Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengadakan pembekalan dan sekaligus sosialisasi PPH di Ren’z Hotel Pangkalpinang.
Hal ini sebagaimana yang diungkapkan Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan Dinas Pangan Pairus. “Jadi tujuan dari pelaksanaan kegiatan sosialisasi PPH ini kami memberikan pembekalan kepada para petugas baik yang ada di tingkat kabupaten/kota dalam menyusun data terkait kondisi pola konsumsi pangan (PPH) masyarakat berdasarkan data Susenas," ungkap Pairus.
Pairus menjelaskan adapun kegiatan pembekalan PPH diikuti oleh petugas PPH dinas pangan dan juga perwakilan dari BPS 7 kabupaten/kota se Bangka Belitung. Adapun teknis penyusunan kondisi PPH oleh petugas, diungkapkan Pairus dilakukan melalui survei dilapangan terhadap pola konsumsi 9 kelompok bahan pangan yang di konsumsi masyarakat yang bekerja sama dengan badan pusat statistik kabupate/kota.
Lebih jauh Pairus juga menjelaskan, bahwa pemetaan kondisi PPH masyarakat ini utamanya dimaksudkan dalam rangka menjadi data dan satu referensi bagi pemerintah dalam melihat kondisi kesehatan masyarakat yang dipengaruhi dari aspek pola asupan konsumsi pangan masyarakat sekaligus sebagai satu upaya mencegah masalah kesehatan khususnya yang terkait dengan masalah gizi yang terjadi di masyarakat.
“Pola konsumsi pangan merupakan perilaku paling penting yang dapat mempengaruhi keadaan gizi seseorang. Aspek konsumsi pangan sangat erat kaitannya terhadap masalah kesehatan, bukti empiris menunjukan bawa status gizi yang baik satu diantaranya ditentukan oleh mutu dari asupan pangan yang dikonsumsi," ujar Pairus.
Lebih jauh Pairus menjelaskan dengan pendekatan pola pangan harapan, keadaan perencanaan penyediaan dan konsumsi pangan penduduk diharapkan dapat memenuhi tidak hanya kecukupan gizi, akan tetapi juga mempertimbangkan keseimbangan gizi.
“Untuk dapat hidup sehat satu diantaranya diperlukan asupan zat gizi yang baik. Untuk memenuhi kebutuhan zat gizi tersebut, maka proporsi antar zat gizi yang dikonsumsi dalam pangan harus seimbang agar tidak terjadi kelebihan dan kekurangan gizi," tukasnya.