Anggota DPRD Dapil Bangka Barat Reses Serap Aspirasi
PANGKALPINANG – Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung asal daerah pemilihan Kabupaten Bangka Barat melakukan reses ke daerah pemilihannya untuk menyerap aspirasi dari masyarakat.
Kegiatan reses kali ini dilaksanakan selama enam hari yang sudah dimulai sejak Kamis kemarin (08/11/2018). Melalui kegiatan tatap muka langsung dengan masyarakat ini, anggota DPRD dapat mendengarkan langsung aspirasi dan keluhan yang realita terjadi di Dapil yang diwakilinya.
Anggota DPRD Daerah Pemilihan V Bangka Barat yang dikenal dengan 2M ( Mansah dan Bong Ming Ming ) mengawali kegiatan ini di Lapangan Bola Desa Rambat. Warga sangat antusias untuk hadir pada acara yang juga dihadiri langsung oleh Kades Rambat, Ali Imron dan juga Anggota Panwaslu.
Salah satu warga, Suryana mengeluhkan tidak adanya sarana transportasi bis sekolah gratis untuk siswa SD di Desa rambut. "Padahal jarak dari desa ke sekolah cukup jauh keluhnya, apalagi sekarang marak kasus penculikan anak, " tambahnya.
Menanggapi pertanyaan warga, Bong Ming Ming mengungkapkan bahwa belum semua desa dan kecamatan di Kabupaten Bangka Barat yang bisa diberikan bantuan bus sekolah. Namun begitu ia berharap orang tua tetap mensuport anaknya untuk tetap bersekolah walaupun transportasi menjadi kendala.
"Untuk bantuan bus sekolah gratis, sudah ada bantuan CSR dari PT Timah sebanyak 2 unit di Bangka Barat dan distribusinya diatur oleh pihak kabupaten. Mungkin untuk Desa Rambat belum bisa diakomodir untuk bus sekolah ini karena keterbatasan bus,” ungkap Ming Ming.
Ditempat lainnya, Politisi PDIP Ariyanto melakukan reses di Desa Ketap, Jebus. Pada pertemuan ini, warga mengeluhkan penerangan lampu jalan yang tidak ada, juga menayakan terkait permasalahan Hutan Taman Industri (HTI).
Reses pun dilakukan anggota DPRD Babel lainnya dari Dapil Bangka Barat, seperti Agus MD dan Yusderahman di Pantai Pasir Kuning, Tempilang pada Senin siang (12/11). Pada silahturahmi kali ini, warga harapkan adanya peningkatan sarana di wilayah ini, mengingat pantai ini menjadi salah satu destinasi wisata pada saat berlangsungnya kegiatan adat Perang Ketupat setiap tahunnya.
Sementara pada reses Mardan di Desa Sangku dan Deddi Wijaya yang berlokasi di Kecamatan Muntok, permasalahan rendahnya harga sawit masih menjadi keluhan utama masyarakat. Menyusul masukan berikutnya terkait HTI yang diharapkan dapat terselesaikan dengan cepat.
Masukan dari masyarakat Bangka Barat yang didapat melalui reses ini, akan dikoordinasikan untuk ditindaklanjuti Anggota DPRD dengan mitra eksekutif terkait yang membidanginya, jika memang permasalahan tersebut ada pada kewenangan provinsi. Dan akan disampaikan melalui Rapat Paripurna di DPRD Bangka Belitung.