Arahan Tim Komisi IV DPR RI Agar Bulog Kembali Kepada Fungsi Sosialnya
PANGKALPINANG - Tim Komisi IV memiliki saran untuk bulog. Agar bulog hanya memikirkan urusan logistik dan kembali kepada fungsi sosialnya. Dengan tidak dibebani profit oriented dan harus berinvestasi dengan bank komersil.
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Dedy Mulyadi mengimbau agar bulog mengatur logistik secara menyeluruh, sehingga berbagai kebutuhan publik dapat dikontrol dengan baik. Jadi stok barang dikeluarkan saat kebutuhan yang mendesak, dan kedudukan strukturalnya di bawah presiden langsung. Karena itu, presiden harus punya kendali keseluruh kebutuhan logistik.
Dedy Mulyadi mengatakan bahwa tidak selalu BUMN dituntut untuk mendapatkan profit. Cara pandang menteri BUMN tersebut perlu diubah.
“Tidak semua lembaga BUMN itu harus profit. Karena tujuan dibuatnya lembaga BUMN untuk menopang masyarakat dari berbagai kebutuhan. Tetapi jangan juga dimanfaatkan untuk kepentingan-kepentingan lain selain kepentingan publik,” ungkap Dedy Mulyadi saat memberikan arahan di gudang bulog, Selasa (03/03).
Direktur SDM Bulog Pusat, Bagia mengatakan, persediaan Gudang Bulog Kep. Babel saat ini sebanyak 2.000 ton dan itu cukup untuk tiga bulan ke depan. Meskipun gudang induk suplainya dari Jawa Barat melalui Tanjung Priok. Persediaan beras di Kep. Babel ini cukup lancar dan tidak ada masalah
“Dengan Kebutuhan masyarakat Babel setiap bulan kurang lebih 750 ton yang terbagi dari Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga ( KPSH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT),” ungkap Bagia.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Abdul Fatah mengharapkan bahwa bulog dapat bersinergi dengan Pemprov. Kep. Babel. Apabila nantinya kondisi gudang bulog terserap habis di masyarakat sehingga gudang dalam keadaan kosong, Wakil Gubernur Abdul Fatah berharap bulog dapat mengutamakan untuk menyerap hasil-hasil panen masyarakat lokal.