Babel Masih Kekurangan Guru SMK
PANGKALPINANG--Salah satu masalah dalam pelaksanaan pendidikan menengah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung adalah masih terdapat kekurangan guru produktif pada sekolah menengah kejuruan ( SMK).
"Untuk itu solusi yang kita diambil adalah memberikan beasiswa bagi guru lulusan sekolah menengah untuk mengikuti pendidikan guru produktif serta melaksanakan pendidikan dan pelatihan guru normatif dan adaptif menjadi guru produktif," papar Gubernur Babel Erzaldi Rosman saat memaparkan keberhasilan Pemrov Babel dalam LKPJ saat Rapat Paripurna dengan DPRD pada Jumat (23/3).
Dikatakan Erzaldi, berdasarkan hasil pembangunan menurut urusan pemerintah dari urusan pendidikan, urusan pendidikan yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan dengan pagu anggaran tahun 2017 yakni sebesar Rp. 487,36 miliar dengan jumlah program dan kegiatan yang dilaksanakan sebanyak sembilan program dan 208 kegiatan. Realisasi belaja sebesar Rp.423,56 miliar atau sebesar 88,73 persen.
Jika dilihat dari indeks pembangunan manusia (IPM) pada tahun 2016 Provinsi Bangka Belitung memiliki nilai IPM sebesar 69,55.
Untuk angka harapan lama sekolah pada tahun 2016 di Provinsi Bangka Belitung mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yaitu 11, 60 menjadi 11,71.
Hal ini menunjukan bahwa anak-anak usia tujuh tahun di Provinsi Bangka Belitung memiliki peluang untuk menamatkan pendidikan mereka kelas dua hingga kelas tiga SLTA.
"Dengan meningkatnya angka harapan lama sekolah menjadi indikator positif bahwa semakin banyak penduduk yang bersekolah," jelas Erzaldi.
Sementara untuk keberhasikan dari pembangunan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengenai kebijakan penggelolaan keuangan daerah tahun 2017, Pendapatan Asli Daerah ( PAD) Babel di tahun 2017 terealisaai sebesar 96, 38 persen.
" Realisasi pendapatan daerah selama tahun 2017, PAD yang ditargetkan Rp.737,19 miliar, sampai dengan 2016 terealisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp.710,03 miliar atau terealisasi 96, 38 persen," ujar Erzaldi.
Untuk target belanja daerah pada tahun 2016 adalah sebesar Rp 2,59 triliun, dan target belanja tersebut terealisasi sebesar Rp 2,35 triliun atau sebesar 90,11 persen.
Melalui LKPJ yang disampaikan tersebut, Gubernur Erzaldi mengharapkan rekomendasi dan catatan strategis dari DPRD Babel terhadap LKPJ tahun anggaran 2017 sebagai perbaikan dan koreksi untuk penyelenggaraan pemerintah dimasa yang akan datang.