Babel Punya Maghrib Mengaji, Program Terbaik Gubernur untuk Mencintai Anak-anak
PANGKALPINANG -- Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Abdul Fatah menyatakan konstitusi negara sudah sejak lama menggagas formulasi tentang hak-hak perempuan dan anak-anak. Hanya saja, kata Wagub, mengapa akhir-akhir ini banyak orang baru sibuk mengamanatkan konstitusi negara tersebut.
"Jika sejak dulu kita lakukan, maka perempuan dan anak-anak pasti terlindungi," ujar Wagub Abdul Fatah, saat menghadiri Rakornas Pembangunan PPPA tahun 2018, di Hotel Novotel Bangka Tengah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (1/3/2018).
Wagub menjelaskan, saat ini Pemprov Babel memiliki berbagai program yang disusun untuk perlindungan perempuan dan anak-anak, seperti kampung KB. Program ini untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk agar dapat memprogramkan suatu program yang terarah.
Kampung KB dibentuk untuk mengetahui tingkat kebutuhan pendidikan penduduk. Melalui kampung KB inilah salah satu cara membangun suatu gerakan dari pemerintah provinsi kepada pemerintah kabupaten dan kota se Provinsi Babel.
"Kita juga sudah membuat Perda Perlindungan Perempuan dan anak. Ini untuk menjaga kualitas kehidupan perempuan dan anak dalam kehidupan rumah tangga dari kekerasan fisik," tukas Fatah.
Menurut Wagub perlu adanya formulasi yang harus dibangun dari kesadaran masyarakat, bukan hanya pemerintah. Dalam kondisi ini masyarakat dan pemerintah harus saling bekerjasama utk membangun kondisi yang aman. Wagub juga mengarahkan setiap program pemerintah antar perangkat daerah terkait harus saling bersinergi.
Selain itu, kata Wagub, Pemprov juga perlu membuat kelompok-kelompok peduli terhadap kekerasan pada perempuan dan anak-anak. Dengan menerapkan kepedulian yang tinggi terhadap perempuan dan anak, Wagub yakin, hal-hal yang berkaitan dengan masalah yang terjadi disuatu keluarga, akan bisa cepat teratasi.
"Untuk membentuk mental anak-anak yang baik, kami membuat program Maghrib Mengaji dan Gerakan Sejadah Fajar. Jika kita melakukan ini, tidak hanya anak-anak yang terlindungi tetapi juga orangtua. Kita menyadari bahwa ini adalah solusi dari semua permasalahan yang ada saat ini," tegas Fatah.
Untuk membentuk mental yg baik terhadap anak-anak, Wagub menyarankan kepada para orang tua harus sering-sering berkomunikasi dengan anak masing-masing, sehingga para orang tua akan tahu apa saja yang menjadi masalah pada diri anak.
"Kita harus memeluk anak kita setiap hari, agar mereka merasa terlindungi," ujar Wagub.