Babel Siap Gelar Pemilu Damai, Berikut Pesan 'Sejuk' Kapolda

PANGKALPINANG -- Kapolda Kepulauan Bangka Belitung Brigjen (Pol) Syaiful Zachri mengharapkan pelaksanaan pemilu tahun depan berlangsung aman dan damai. Saat ini tahapan pelaksanaan pemilu sudah dimulai dengan munculnya nama pasangan bakal calon presiden dan wakil presiden untuk berkompetisi secara sehat.

"Besok operasi mulai dicanangkan dengan melakukan gelar pasukan," kata Kapolda saat membuka Rakor Lintas Sektoral dalam Rangka "Kesiapan Pelaksanaan Operasi Mantap Brata Menumbing 2018" Pengamanan Pemilu Tahun 2019 di Ballroom Tanjung Kelayang, Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (18/9/2019).

Hendaknya tidak ada gangguan Kamtibmas selama proses pemilu. Kapolda tidak ingin ada perpecahan di masyarakat, sebab pilpres bukan 'perang'. Namun pilpres merupakan upaya membina persatuan dan kesatuan dalam mencari pemimpin terbaik bangsa. Untuk itu, calon yang akan bertarung nantinya dapat bersaing secara sehat.

KPU dan Bawaslu dalam hal ini bertindak sebagai wasit. Dua lembaga ini harus bisa mengawal pelaksanaan pemilu secara baik. Sedikitnya ada lima yang bakal dipilih masyarakat saat pemilu serentak di antaranya, memilih DPRD kota/kabupaten, DPRD provinsi, DPR, DPD dan memilih presiden dan wakil presiden.

"Saat menggelar pemilihan kepala daerah lalu, masih ada surat suara tidak sah. Ini mungkin dikarenakan masyarakat tidak mengetahui cara pencoblosan surat suara. Nanti ada lima pencoblosan, untuk itu perlu sosialisasi mengenai pencoblosan secara baik," saran Kapolda.

Sosialisasi pemilu kali ini harus lebih gencar. Kapolda menyarankan, semua pihak dapat membantu melakukan sosialisasi tersebut. Selain itu membantu menggerakkan masyarakat agar datang ke TPS untuk mencoblos, namun sebelumnya masyarakat harus paham apa yang akan dicoblos nantinya.

Suksesnya pemilu membutuhkan perencanaan yang baik dan profesional dari KPU dan Bawaslu. Kapolda menambahkan, parpol juga mempunyai peran penting untuk membuat pemilu berlangsung damai. Gaya blusukan dengan tidak mengumpulkan massa mungkin lebih baik untuk mengurangi potensi gangguan kamtibmas. 

Calon bisa langsung terjun ke masyarakat mensosialisasikan program kerja. Kapolda berharap tidak terjadi keributan, sebab dengan mengumpulkan massa dapat menimbulkan kerusuhan. Media harus menyajikan informasi secara seimbang dan ormas dapat menjadi penyejuk bagi massa.

"Mengambil peran sabagai pemberi informasi kepada masyarakat secara benar. Kita akan menggelar istiqosah, sedangkan bagi umat beragama lain bisa melakukan hal serupa sesuai dengan kepercayaan masing-masing. Jadikan masyarakat cerdas memilih," kata Kapolda.

Penulis : Huzari
Sumber : Dinas Kominfo
Editor :
Fotografer :
Dibaca : 171 Kali