Bappeda Babel Kaji Pendirian Science Technology Park
PANGKALPINANG--Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berencana mengembangkan Balai Benih Pertanian Air Pelempang menjadi Science Technology Park (STP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. STP diharapkan dapat menjadi etalase produk unggulan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
STP merupakan wahana yang dikelola secara profesional untuk mengembangkan dan mendorong pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan melalui, pengembangan, penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi dan penumbuhan perusahaan pemula berbasis teknologi.
Kepala Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, melalui Kepala Subbid Pembangunan Inovasi dan Teknologi, Adhari, mengatakan, pihaknya saat ini sedang melakukan penjajakan dan survei ke Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk melihat STP yang sudah mapan. "Setelah melihat STP yang ada di IPB, kami berkeinginan untuk mengembangkan STP yang nantinya menghasilkan produk unggulan, selain bibit, STP juga menghasilkan produk-produk yang berlabel dan bernilai jual," kata Adhari pada saat FGD Kajian Pengembangan Science Technology Park Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan FGD: Action Research Penguatan Kelembagaan Koperasi Lada Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di ruang rapat Teluk Limau, Kantor Bappeda Kep. Babel, Selasa (28/08).
Untuk membangun STP, menurut Adhari idealnya harus mempunyai lahan, infrastruktur dan sumber daya manusia. "Pada akhirnya kami berkesimpulan untuk mengembangkan Balai Benih Pertanian Air Pelempang untuk menjadi STP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung," katanya
Diharapkan Adhari, STP yang akan dikembangkan di Balai Benih Pertanian Air Pelempang dapat menjadi etalase produk unggulan yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. "Produk unggulan yang akan menjadi etalase pada STP yang akan dikebangkan di Balai Benih Pertanian Air Pelempang bukan hanya lada, bisa juga produk pertanian, hortikultura, perkebunan dan buah-buahan, seperti durian, karena di Babel memiliki banyak durian unggulan," harap Adhari.
Pada saat pemaparan Kajian Pengembangan Science Technology Park Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dadang Syamsul Munir dari Institut Pertanian Bogor (IPB) mengatakan, di Indonesia konsep STP masih terbilang baru, namun di luar negeri seperti di Korea, STP sudah dikembangkan dari tahun 1950an, Indonesia melalui Bapak Habibie sudah pernah mencoba mengembangkan STP dengan mendirikan BPPT.
"Kedepannya STP akan lebih mengambil peran, karena sudah tidak kita pungkiri, bahwa teknologi sudah berperan utama dalam pengembangan ekonomi, kalo kita masih berpikir berbisnis dengan cara dan konsep yang biasa, maka kita semakin jauh tertinggal," pungkasnya.