Benih Padi Hasil Penangkaran Mulai Dipanen Petani

BELITUNG--Sejumlah produsen benih padi dari berbagai kelompok tani (poktan) yang tergabung dalam Program Desa Mandiri Benih (DMB) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mulai melakukan panen benih dari kegiatan penangkaran. Di Kabupaten

Belitung misalnya, panen dimulai sejak pertengahan Pebruari 2018 dan diperkirakan berakhir hingga awal Maret 2018.

“Alhamdulillah panen lebih cepat dari perkiraan awal. Kami mulai panen sejak tanggal 10 Pebruari 2018. Sebelumnya prediksi kami panen dilakukan akhir bulan Pebruari. Namun karena pengaruh cuaca panas selama hampir sepekan terakhir maka padi masak lebih

cepat,” kata Sahinan, Ketua Poktan Aik Bakul Dusun Kampung Baru Desa Simpang Rusa Kecamatan Membalong Kabupaten Belitung, Kamis (15/2).

Menurut Sahinan Poktan Aik Bakul baru pertama kali memproduksi benih padi. Ia berharap benih yang diproduksi tersebut mampu mencukupi kebutuhan benih petani di desa setempat.

“Berkat kerja keras dan pendampingan yang dilakukan kawan-kawan dari Balai Pengawasan dan Sertifikasi Mutu Benih (BPSMB) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, pihak Dinas Pertanian baik provinsi maupun kabupaten serta penyuluh, alhamdulilah meski kami

baru pertama kali memproduksi benih tapi hasil panen alhamdulilah,” ujar Sahinan seraya memprediksi hasil panen benih kurang lebih 20 ton.

Hal serupa dikatakan Marhan, Ketua Poktan Sumber Jaya Dusun Pelulusan Desa Nyuruk Kecamatan Dendang Kabupaten Belitung Timur. Ia memprediksi hasil panen benih yang diproduksi mencapai 20 ton. “Dari total panen, yang dijadikan benih rata-rata 2 ton per

hektar. Sehingga dengan luasan 10 hektar maka jumlah total benih padi yang kami produksi sekitar 20 ton,” kata Marhan.

Sementara itu Kepala UPTD BPSMB pada Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Ujang Djohan mengapresiasi kerja keras Poktan dalam mensukseskan program DMB. Ujang yang menyaksikan langsung proses panen benih di Poktan Sumber Jaya

tersebut, Jumat (16/2) lalu bersama sejumlah Pengawas Benih Tanaman berharap hasil panen dapat meningkat pada musim tanam berikutnya.

“Artinya mulai sekarang petani kita di Bangka Belitung sudah bisa mengurangi ketergantungan benih padi dari luar. Mudah-mudahan jika semua poktan yang tergabung dalam DMB bisa tanam semua maka semakin sedikit ketergantungan benih padi kita dari luar

daerah. Kami selalu siap mengawal kegiatan ini sebagaimana arahan Bapak Kepala Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Jumlah produsen benih padi yang tergabung dalam Program DMB itu ada 14 poktan namun karena faktor cuaca dan pergiliran

tanam maka yang berproduksi untuk musim tanam Oktober – Maret sebanyak 8 produsen.

DMB ini merupakan program Kementerian Pertanian yang telah dimulai sejak tahun 2015 lalu. Awalnya Babel mendapatkan jatah 10 unit dan pada tahun 2017 ditambah lagi empat unit meminta poktan untuk terus menjaga mutu benih hingga disalurkan kepada

konsumen nanti.

“Mutu menjadi hal mendasar yang harus selalu dikedepankan. Oleh karena itu kami minta kepada semua poktan untuk menjaganya hingga nanti diuji di laboratorium dan mendapatkan sertifikat mutu benih serta label,” tandas Ujang.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Penulis : Hairil Anwar
Sumber : Dinas Kominfo
Editor : Irwanto
Fotografer : Hairil Anwar
Dibaca : 565 Kali