BPBD Provinsi Babel Imbau Masyarakat Tidak Bakar Lahan
PANGKALPINANG—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menghimbau masyarakat agar tidak membakar lahan. Pembakaran lahan seperti hutan dan semak-semak pada musim kemarau ini akan berpotensi menimbulkan bencana kebakaran.
Kepala BPDB Provinsi Kepulaun Bangka Belitung, Mikron Antariksa, mengungkapkan, saat ini musim kemarau melanda hampir seluruh wilayah di Indonesia, termasuk Bangka Belitung. Untuk itu ia meminta agar masyarakat tidak membakar lahan yang berpotensi terjadinya kebakaran.
“Kami menghimbau kepada masyarakat, terutama bagi mereka yang akan membuka lahan pertanian atau perkebunan untuk tidak membakar lahan sebab sangat berpotensi menimbulkan bencana kebakaran, apalagi kondisi angin sangat kencang sehingga api cepat menjalar,” kata Mikron di ruang kerjanya, Rabu (15/8).
Menurut Mikron, saat ini daerah Bangka Belitung dan daerah lainnya sedang menghadapi musim kemarau yang panjang. Selain kondisi cuaca panas yang menyengat, kondisi air pun mengalami kekeringan. Dia menambahkan, sumber air seperti Kolong Spritus di sekitar komplek perkantoran gubernur, debit airnya mengalami penyusutan yang itu berdampak pada sulitnya mendapatkan air untuk melakukan pemadaman jika terjadi kebakaran.
“Selain Kolong Spritus yang debit airnya berkurang, kolong yang ada di daerah lain yang itu menjadi sumber air untuk melakukan pemadaman juga mengalami penyusutan debit air. Kalau sumber air atau airnya sulit kita dapatkan, tentu akan berpengaruh terhadap proses kita melakukan pemadaman. Untuk itu mari kita bersama-sama menjaga lingkungan kita agar tidak terjadi kebakaran,” ujarnya.
Mikron mengharapkan partisipasi dan peran serta seluruh elemen masyarakat untuk menangkal dan mencegah terjadinya kebakaran di lingkungannya masing-masing. Salah satu caranya dengan membangkitkan kesadaran masyarakat agar lebih waspada dan tidak membakar hutan.
Selain itu, Mikron menambahkan, masyarakat harus lebih teliti dalam membuang sesuatu yang dapat memicu munculnya titik api. Misalnya bagi perokok, agar tidak membuang puntung rokok disembarang tempat. Karena, membuang puntung rokok sembarangan dapat memicu terjadinya kebakaran. “Begitu pun bagi masyarakat yang ingin membakar sampah agar lebih berhati-hati. Jangan sampai aktivitas membakar sampah dapat menyebabkan kebakaran dilingkungannya,” tambahnya.
Sementara itu berdasarkan data yang diriliris dari sipongi.menlhk.go.id, pesebaran titik panas/hotspot pada wilayah Bangka Belitung sampai pukul 18.00 WIB tanggal tanggal 14 Agustus 2018, terdeteksi empat titik panas yang tersebar di Kabupaten Bangka Selatan, yaitu di Kecamatan Payung, Air Gegas, dan Kecamatan Simpang Rimba.