BPS: Gini Ratio Provinsi Bangka Belitung 0,288 Terendah Se-Indonesia
PANGKALPINANG – Inflasi Nasional pada Januari 2017 tercatat 0,97. “Menurut komponennya, inflasi pada Januari 2017 ini akan lebih dipengaruhi oleh administeur price, harga yang diatur pemerintah”, demikian dijelaskan Kepala Badan Pusat dan Statistik RI Dr.Suhariyanto dalam teleconference acara release Berita Resmi Statistik di Kantor BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Pangkalpinang, pada Rabu (01/02/2017).
Nilai Tukar Petani (NTP) secara Nasional sebesar 100,91% turun sebesar 0,56% dibandingkan bulan Desember 2016. Harga Gabah Kering Panen Rp.4.754/kg dan Harga Gabah Kering Giling Rp.5.542/kg, ini untuk dilevel tingkat petani, tambah Suhariyanto.
Menurut Provinsi, pertumbuhan Industri Manufaktur Mikro dan Kecil (IMK) yang terbesar ada di Kalimantan Utara 29,81% sedangkan Bangka Belitung pertumbuhan IMK nya minus sebesar 8,60%.
Untuk tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk (Gini Ratio) Nasional sebesar 0,394 per September 2016 dimana gini ratio untuk penduduk perkotaan sebesar 0,409 dan penduduk perdesaan sebesar 0,316. Gini ratio tertinggi ada pada Provinsi Yogyakarta 0,425 dan Gini ratio terendah ada pada Provinsi Bangka Belitung sebesar 0,288. “Kalau tidak dijaga, ketimpangan yang tinggi dapat menimbulkan konflik sosial” jelasnya.
Setelah teleconfererence tersebut, dilanjutkan dengan paparan dari Darwis Sitorus, S.Si, Msi selaku Kepala BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Darwis menjelaskan bahwa Inflasi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Januari 2017 sebesar 1,72% dengan IHK 135,99, angka ini didapatkan berdasarkan angka inflasi Kota Pangkalpinang sebesar 1,72 dan Inflasi Kota Tanjungpandan sebesar 1,71%.
Jumlah wisatawan berdasarkan jumlah tamu yang menginap di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada bulan Desember 2016 tercatat sebanyak 30.083 dengan rincian 29.628 orang wisatawan domestik dan 455 orang wisatawan asing. Transportasi udara yang berangkat sebanyak 89.297 penumpang dari Bandara Depati Amir dan 46.796 penumpang melalui Bandara Hananjoeddin, sedangkan transportasi udara yang datang sebanyak 87.754 penumpang dari Bandara Depati Amir dan 46.135 melalui Bandara Hananjoeddin.
Perihal perkembangan ekspor Provinsi Bangka Belitung pada Desember 2016 mencapai US$ 151,3 juta, meningkat 62,42% dibandingkan nilai ekspor November 2016. Selama Januari-Desember 2016, nilai ekspor Provinsi Bangka Belitung mencapai US$ 1.140 juta dan timah sebagai komponen yang menyumbang 85,54% nilai ekspor ini. Nilai ekspor timah sebesar US$ 963,8 juta turun 0,97% dibanding 2015 dan ekspor non timah sebesar US$ 176,3 juta turun 37,24% dibanding 2015. Sedangkan total impor Provinsi Bangka Belitung pada Januari-Desember 2016 sebesar US$ 132 juta yang terdiri atas US$ 41,4 juta impor migas dan 90,6 juta impor non migas.
“Kumulatif dari Januari sampai Desember mengalami surplus sebesar US$ 1008,1 juta, dimana ekspor dari US$ 1140,1 juta dan nilai impor adalah US$ 132 juta”, jelas Darwis Sitorus.