Budi Daya Ikan Dapat Menjadi Potensi Lokal Pasca Tambang Untuk Perekonomian Masyarakat

Balun Ijuk – Kolong bekas lahan pertambangan nyatanya masih dapat dimanfaatkan. Untuk itu Dr Robin membahas potensi lokal dalam pemanfaatan kolong bekas lahan tambang, dengan melakukan budidaya perikanan.

Ia mengatakan bahwa kolong bekas tambang ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu kolong muda dan kolong tua. Dengan ketentuan kolong muda adalah kolong yang berusia dibawah 20 tahun, dan kolong tua adalah kolong yang telah berusia lebih dari 20 tahun yang memiliki kadar PH berbeda.

“Untuk kolong berusia muda dengan PH dibawah 5 perlu treatment khusus untuk dapat membudidayakan ikan. Namun untuk olahan kolong tua, dengan PH diatas 5, dapat digunakan langsung untuk pembudidayaan,” jelasnya.

Dalam wawancara singkatnya Ia menjelaskan potensi lokal ikan hias air tawar berupa cupang lokal yang belum tergali oleh masyarakat. “Malah digali oleh orang luar, orang-orang Jepang yang datang ke Bangka belitung” imbuhnya.

Menurutnya, ikan-ikan cupang ini tergolong mahal mengingat spesies ikan tersebut memang hanya berada di Bangka Belitung yang hanya dapat ditemukan disungai-sungai dengan vegetasi yang masih alami dan di kolong-kolong tua.

“Tapi untuk di kolong-kolong tua ini belum terukur para ikan cupang ini dapat hidup di PH berapa, dan sekarang ini kita sedang mengusahakan untuk membuat pemetaan,” terangnya.

Lebih jauh, mengapa ikan cupang ini dapat memiliki nilai ekonomis yang tinggi, menurut Dr Robin dikarenakan ikan tersebut memiliki karakteristik yang sangat khas, dimana dapat tumbuh besar dengan warna yang tidak memudar.

“Di kalangan hobbies, sekitar bulan kemarin dicari ikan jenis cupang yang lebih dari 4 cm, banyak orang-orang mencarinya dengan harga sekitar 450 ribu rupiah per ekor,” jelas Robin.

Ia menjelaskan dengan potensi tersebut, pemerintah bersama-sama para akademisi perlu untuk menginventaris mengenai sumber daya lokal yang dapat digarap untuk jangka pendek, menengah, dan jangka panjang.

“Mudah-mudahan dengan ditemukannya potensi lokal ini, maka image yang mengatakan timah lebih menguntungkan dapat digantikan dengan mengelola budidaya ikan,” terang Robin.

Hal ini merupakan informasi yang baik, untuk memanfaatkan potensi agar dapat menopang ekonomi masyarakat pasca tambang.

 

Penulis : Khalimo
Sumber : Dinas Kominfo
Editor :
Fotografer : Khalimo
Dibaca : 597 Kali