Cegah Kecacingan, Dinkes Babel Programkan POPM

PANGKALPINANG - Kecacingan terbukti berdampak buruk bagi kesehatan anak. Untuk pencegahan, Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memprogramkan pemberian obat pencegahan massal (POPM) secara rutin setiap tahun.

Demikian diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Mulyono Susanto di kantornya, Senin (19/3).

Selain kehilangan mikronutrien, kecacingan menyebabkan malabsorbsi vitamin A pada anak prasekolah. "Prestasi sekolah akan menurun akibat kebugaran anak dan nafsu makan yang menurun. Bahkan, malnutrisi, anemia, dan retardasi pertumbuhan akan memengaruhi tumbuh kembang anak," imbuh Mulyono.

Masih menurut Mulyono, pelaksanaan Pemberian Obat Pencegahan Massal kecacingan pertama di Babel dilaksanakan pada tahun 2017, dengan capaian anak minum obat sebesar 94 persen. "Untuk 2018, pelaksanaan direncanakan pada Agustus nanti. Kegiatan ini akan berintegrasi dengan pemberian vitamin A pada anak usia 1-12 tahun," ujar Mulyono.

Sementara, Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Evalusi mengatakan bahwa Indonesia menjadi salah satu target kegiatan POPM kecacingan di kawasan Asia Tenggara. "Hingga saat ini, 514 kabupaten/kota endemis kecacingan dengan prevalensi rata-rata 28,21 persen," lanjutnya.

Lingkungan area tinggal juga memicu timbulnya penyakit ini. "Berdasarkan data tahun 2017, jumlah rumah yang tidak memenuhi syarat kesehatan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebanyak 72.012. Tentunya, ini juga dapat memengaruhi kondisi kecacingan," tambah Evalusi.

Saat ini, lanjut Evalusi, sedang dikembangkan sistem manajemen informasi untuk program kecacingan. "Upaya ini berfokus pada pengembangan pelaporan dan pencatatan melalui sistem informasi. Monitoring dan evaluasi memperkuat program kecacingan di Indonesia karena diaplikasi secara nasional," pungkasnya.

 

 

Penulis : Adinda C (Pranata Humas Dinkes Babel)
Sumber : Dinas Kominfo
Editor : Irwanto
Fotografer : Dinkes Babel
Dibaca : 189 Kali