Dampak Corona, Harga Pangan dan Stok Pangan Babel Aman

PANGKALPINANG – Mewabahnya Virus Corona akhir-akhir ini tidak berdampak signifikan pada harga pangan di Bangka Belitung. Hal ini berdasarkan pantauan harga terhadap 14 komoditi pangan di Pasar Pembangunan Pangkalpinang pada bulan Januari, Februari, dan Maret 2020.

 

Rekap harga 14 komoditi pangan di Pangkalpinang sepanjang bulan Januari 2020 pada tabel di bawah menunjukkan fluktuasi harga yang cukup stabil.

 

Harga Rata-Rata, Minimum dan Maksimum Komoditi Pangan Per 1 s.d 31 Januari 2020

No

Komoditi

Harga Rata-rata

Harga Max

Harga Min

 

1

Bawang Merah

30.666

31.601

30.666

STABIL

2

Beras Medium

10.000

10.000

10.000

STABIL

3

Beras Premium

12.800

12.800

12.800

STABIL

4

Cabai Merah Keriting

45.000

47.911

45.000

STABIL

5

Cabai Rawit Merah

58.125

60.000

57.500

STABIL

6

Daging Ayam Ras

30.000

31.071

28.500

STABIL

7

Daging Sapi Murni

117.500

117.500

117.500

STABIL

8

Gula Pasir Lokal

13.491

14.000

13.833

STABIL

9

Bawang Putih (Bonggol)

29.905

30.666

30.666

STABIL

10

Jagung Pipilan Kering

7.741

7.750

7.750

STABIL

11

Kedelai Biji Kering

8.000

8.000

8.000

STABIL

12

Minyak Goreng

11.167

11.185

11.000

STABIL

13

Telur Ayam Ras

24.000

24.076

24.000

STABIL

14

Tepung Terigu

10.000

10.000

10.000

STABIL

 

Sedangkan pada bulan Februari 2020, data menunjukkan grafik harga di beberapa komoditi mulai naik turun. Hal ini terutama terlihat pada komoditi cabai rawit merah yang tidak stabil karena terus menerus mengalami kenaikan harga. Harga tertinggi sempat berada di kisaran harga Rp. 60.000,- dan terendah Rp. 28.000,- dengan rata-rata penjualan di harga Rp. 39.776,-.

 

Senada dengan cabai rawit merah, cabai merah keriting juga sempat mengalami lonjakan harga. Harga tertinggi berada di Rp. 62.500,- dan terendah Rp. 39.000.-  Akan tetapi, angka ini masih stabil karena bertahan di kisaran harga rata-rata Rp.39.776,-.

 

Untuk 12 komoditi lainnya, masih setia pada harga yang sama.

Harga Rata-Rata, Minimum dan Maksimum Komoditi Pangan Per 1 s.d 29 Februari 2020

No

Komoditi

Harga Rata2

Harga Max

Harga Min

 

1

Bawang Merah

30.172

31.666

28.666

STABIL

2

Beras Medium

10.000

10.000

10.000

STABIL

3

Beras Premium

12.800

12.800

12.800

STABIL

4

Cabai Merah Keriting

46.483

62.500

39.000

STABIL

5

Cabai Rawit Merah

39.776

60.000

28.000

TIDAK

STABIL

6

Daging Ayam Ras

27.328

28.500

26.500

STABIL

7

Daging Sapi Murni

117.328

117.500

115.000

STABIL

8

Gula Pasir Lokal

13.833

13.833

13.833

STABIL

9

Bawang Putih (Bonggol)

41.586

48.333

30.666

STABIL

10

Jagung Pipilan Kering

7.750

7.750

7.750

STABIL

11

Kedelai Biji Kering

8.000

8.000

8.000

STABIL

12

Minyak Goreng

11.167

11.167

11.167

STABIL

13

Telur Ayam Ras

24.000

24.000

24.000

STABIL

14

Tepung Terigu

10.000

10.000

10.000

STABIL

 

Kemudian, pada bulan Maret 2020, gelombang naik turun harga lebih terlihat, yang ditunjukkan tabel berikut.

 

Harga Rata-Rata, Minimum dan Maksimum Komoditi Pangan Per 1 s.d 31 Maret 2020

No

Komoditi

Harga Rata-rata

Harga Max

Harga Min

 

1

Bawang Merah

33.752

40.333

29.333

STABIL

2

Beras Medium

10.000

10.000

10.000

STABIL

3

Beras Premium

12.800

12.800

12.800

STABIL

4

Cabai Merah Keriting

28.484

39.000

17.500

STABIL

5

Cabai Rawit Merah

31.258

32.500

27.500

STABIL

6

Daging Ayam Ras

29.468

30.500

27.500

STABIL

7

Daging Sapi Murni

117.500

117.500

117.500

STABIL

8

Gula Pasir Lokal

16.688

18.000

13.833

STABIL (DI ATAS HAP)

9

Bawang Putih (Bonggol)

37.871

41.000

36.666

STABIL

10

Jagung Pipilan Kering

7.750

7.750

7.750

STABIL

11

Kedelai Biji Kering

8.000

8.000

8.000

STABIL

12

Minyak Goreng

11.167

11.167

11.167

STABIL

13

Telur Ayam Ras

24.395

24.533

24.000

STABIL

14

Tepung Terigu

10.000

10.000

10.000

STABIL

Ket : HAP = Harga Acuan Pemerintah (Rp. 12.500,-)

 

Namun, hal ini tidak membuat lonjakan harga naik secara signifikan. Cabai merah keriting dan cabai rawit merah justru turun dan telah kembali ke harga normal. Berbeda dengan gula pasir yang mengalami kenaikan harga dari biasanya dan kelangkaan di beberapa tempat.

 

Hal tersebut dibenarkan oleh Ahmad Damiri, Kepala Dinas Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

“Gula Pasir saat ini memang mengalami kelangkaan, tapi bukan berarti kosong. Harga gula menjadi tinggi karena impor gula yang belum masuk. Jadi, dampak Covid-19 ini mau tidak mau memang berimbas kepada komoditi pangan di Babel. Akan tetapi, kami tetap berupaya menyediakan Gula Pasir ataupun stok pangan lainnya agar tidak benar-benar menjadi langka,” ungkapnya yang ditemui di ruang rapat Dinas Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (9/4/20).

 

“Begitu pula dengan fluktuasi kenaikan harga yang tetap kami pantau. Sehingga, menjelang Ramadan nanti tidak ada lonjakan harga yang signifikan. Utamanya terhadap 14 komoditi pangan di Bangka Belitung,” lanjutnya.

Lebih jauh Kadis Ahmad Damiri menyebutkan, bahwa Dinas Pangan Provinsi Kep. Banka Belitung telah siaga dalam mempersiapkan ketersediaan pangan sebagai upaya menghadapi Corona, Ramadan, Idul Fitri, ataupun hal lainnya ke depan.

“Hingga tiga bulan ke depan, Insya Allah stok pangan di Bangka Belitung aman,” pungkasnya.

Penulis : Dini
Sumber : Dinas Pangan
Editor : Listya
Fotografer : Dini
Dibaca : 372 Kali