DINHUT BABEL Bersama Forum Kolaborasi membahas Penetapan KEE
Toboali – Dinas Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melakukan Rapat Perdana Forum Kolaborasi Pengelolaan Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) pada Senin, 4 November 2019 bertempat di Ruang Rapat Bappelitbangda Kabupaten Bangka Selatan.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Bangka Selatan, Gatot Wibowo membuka sekaligus memimpin Forum yang bertema Rapat Penyusunan Rencana Aksi Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Kecamatan Lepar Pongok dan Kepulauan Pongok.
“Untuk KEE ini sendiri kita ketahui bahwa suatu wilayah yang memiliki keunikan dan nilai Konservasi penting dan memang letaknya berada di luar kawasan pelestarian lingkungan, Kecamatan Lepar Pongok dan Kepulauan Pongok kita usulkan sebagai Kawasan yang dilindungi dengan nilai konservasi yang sangat penting” jelas Gatot saat membuka acara.
Ada dua agenda yang ditentukan Rapat Perdana ini yaitu menetapkan Kawasan – Kawasan Konservasi pada dua lokasi yaitu Kecamatan Lepar Pongok dan Kepulauan Pongok dan menyusun Rencana Aksi untuk 5 tahun kedepan.
Balai Konservasi Sumber Daya Alam diwakilkan oleh Azis Abdul Latief, Kepala Seksi Konservasi Wilayah III Baturaja bertindak sebagai fasilitator pada forum ini.
Azis mengatakan, “Tiga prinsip Kawasan Ekosistem Esensial yaitu Perlindungan Sistem Penyangga Kehidupan, Pengawetan Keanekaragaman Hayati dan Pemanfaatan Berkelanjutan, pemanfaatan boleh dilakukan pada Kawasan ini menyangkut hal – hal lain yang tidak merusak ekosistem”.
Secara administratif Kecamatan Pulau Pongok terbagi menjadi 2 desa yaitu Pongok dan Celagen. Pulau celagen salah satu Kawasan yang diusulkan karena semangat masyarakat yang menyambut baik untuk menjadikan desa ini masuk dalam Program Rehabilitasi Kawasan Ekosistem Esensial meskipun daerah tersebut memiliki Kawasan mangrove yang sangat sedikit.
“Desa Celagen semestinya difasilitasi kawasannya agar dapat terus berkembang, untuk mendukung kelangsungan hidup warga desa celagen yang memilih untuk tetap tinggal di desa tersebut dengan potensi alam yang ada.” Sambung Gatot.