Disbudpar Babel Gelar Seminar Awal Kajian Geopark Pulau Bangka
Pangkalpinang – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Disbudpar Babel) mengadakan Seminar Awal Kajian Geopark Pulau Bangka, di Hotel Balitong Resort, Pantai Pasir Padi, Pangkalpinang, Kamis (20/9/2018).
Dalam kegiatan tersebut, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bekerja sama dengan Pusat Perencanaan dan Pengembangan Kepariwisataan (P2Par) Institut Teknologi Bandung (ITB) akan melakukan Penyusunan Kajian Geopark Pulau Bangka sebagai pelaksanaan kegiatan Penyusunan Kajian Geopark Bangka dan Belitung.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Rivai mengatakan bahwa keinginan untuk menambahkan item kepariwisataan telah memotivasi kehadiran geopark.
“Apa yang memunculkan rencana untuk menghadirkan geopark ini, tak lain adalah keinginan untuk menambahkan satu lagi item pendukung pariwisata daerah kita, dalam hal ini di Pulau Bangka,” katanya.
Rivai mengajak para peserta atau pihak terkait untuk segera bergerak mewujudkannya.
“Proses mewujudkan geopark ini sangat panjang. Untuk itu, kita harus segera action. Agar nanti, geopark Pulau Bangka dapat berdampingan dengan geopark Pulau Belitung yang sudah dulu ada,” ajaknya.
Menurut Rivai, Pulau Bangka memiliki aset atau modal untuk mewujudkan geopark Pulau Bangka.
“Berkaca pada kesuksesan geopark Pulau Belitung, Pulau Bangka juga memiliki potensi untuk mewujudkan geopark,” katanya.
Rivai optimis bahwa kehadiran geopark Pulau Bangka akan berdampak positif terhadap kunjungan wisatawan, karena memiliki potensi wisata yang sangat beragam didalamnya.
“Dalam suatu wilayah geopark ada tiga pilar, yakni geologi, biologi, dan budaya. Potensi yang saat ini kita miliki sangat beragam. Saya optimis sekali nantinya kehadiran geopark ini akan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Pulau Bangka. Mungkin untuk penelitian, wisata, dan keperluan lain-lainnya. Akan ada banyak sekali yang dapat dieksplor,” katanya.
Sementara Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Disbudpar Babel, Rusni Budiati menjelaskan bahwa geopark merupakan hal yang sangat penting bagi kelestarian warisan geologi.
“Jelas, geopark ini sangat penting karena ini warisan geologi yang harus dilestarikan. Geopark menjadi salah satu cara untuk menarik minat wisatawan dan warisan geologi ini akan terus berkelanjutan,” kata Rusni.
Seminar awal memperkenalkan jenis atau contoh geopark, baik yang ada di Indonesia atau pun dunia, titik-titik potensi di Pulau Bangka, serta masukan-masukan sejumlah pihak terkait dari kabupaten/kota.
Empat puluh peserta yang hadir berasal dari Perangkat Daerah terkait, BUMN, perguruan tinggi, Yayasan Maraspala, dan pihak terkait lainnya.