Dubes RI Untuk Negara Senegal Takjub Dengan Potensi Pariwisata di Pan Semujur
Desa Pan Semujur – Kunjungan hari kedua, Jumat (3/01), Dubes RI untuk negara Senegal bersama rombongan, menuju ke Pantai Pan Semujur, Tanjung Gunung yang menjadi Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata.
Tampak Wakil Gubernur, Abdul Fatah, yang telah siap pagi itu, didampingi oleh Kepala Dinas Pariwisata, Rivai, Asisten 3 Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Toni Batubara, dan direktur Pan Semujur Makmur, Eddy Priyasmono yang turut menyambut hangat kedatangan rombongan.
Eddy Priyasmono pun memaparkan potensi-potensi yang dimiliki oleh Pan Semujur. Pertama adalah , potensi lokal. Dengan mengundang masyarakat lokal yang telah lama berkecimpung dalam pembuatan oleh-oleh bahan laut, yang akan dibina bersama pemerintah provinsi dan kabupaten, untuk membuat packaging, promosi serta marketing yang menarik.
Potensi lain yang dimiliki Pan Semujur selain garis pantaiya yang panjang, sepanjang 4,6Km, juga ada lokasi dugong, serta tujuh pulau terdekat yang sangat indah sebagai daya tarik wisata. Beberapa pulau diantaranya adalah: pulau Semujur, pulau Panjang, pulau Ketawai, pulau Gusung Pasir, dan pulau Gelasa.
Dubes RI untuk Negara Senegal, Mansyur Pangeran, tampak takjub melihat paparan tersebut. Ia melihat Pan Semujur memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi kawasan wisata yang dapat menarik wisatawan asing.
“Tadi kami melihat potensi yang besar di bidang pariwisata, saya takjub sekali disini ada pulau panjang, dimana laut sebelah kiri dan sebelah kanannya memiliki suhu yang berbeda. Dalam hal ini, merupakan suatu modal yang sangat besar untuk menarik wisatawan asing di dunia,” ujarnya.
Ia pun membandingkan daya tarik wisata Pulau Panjang dengan daya tarik wisata yang berada di Cape Town - Afrika Selatan. Di Cape Town ada sebuah laut yang terpisah menjadi dua warna, dengan bagian kiri berwarna kebiruan, dan warna disebelah kanannya berwarna kecoklatan.
Menurut Mansyur, hal yang unik ini yang biasanya di cari oleh wisatawan asing. Para wisatawan asing menyukai wisata adventure. Untuk itu, Mansyur Pangeran memberikan masukan agar pariwisata di Babel ini dapat membuat paket-paket wisata adventure.
“Harapan saya, di Bangka ini dapat menjadi Bali ke dua atau Maldives ke dua, tinggal bagaimana kita membenahi infrastruktur di dalamnya,” harapnya.
Selanjutnya, Ia pun juga memberi komentar mengenai potensi perkebunan yang dimiliki oleh Bangka Belitung, dalam hal ini adalah lada. Ia mengaku baru mengetahui bahwa Bangka ini merupakan produsen besar komoditi Lada.
“Kami telah melihat salah satu potensi terbesar perkebunan di Bangka Belitung ini adalah Lada. Kami telah menemukan buyer nya di Negara Afrika, khususnya Mali. Ada pengusaha Mali yang mencari produk lada. Namun selama ini kita tidak tahu produsennya dimana. Begitu kita tahu produsennya ada di Bangka, maka kita berkunjung kesini,” ujar Dubes Senegal RI, Mansyur Pangeran.
Dikatakan oleh Mansyur, pengusaha tersebut berencana untuk mengimpor lada dalam jumlah besar, antara 20 hingga 40 kontainer perbulannya.
“Nanti itu tergantung komitmen antara pengusaha di Bangka dan pengusaha di Afrika. Dan tentunya, kita sebagai pejabat pemerintah hanya untuk menghubungkan B to B (Business to Business),” tutupnya.