Ekspedisi APPSI, Pengembangan Ekonomi Potensi Daerah di Era Digital
PANGKALPINANG - Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Yan Megawandi menerima kedatangan delegasi Tim Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia ( APPSI ) Ekspedisi Jalur Darat di Ruang Tanjung Pendam Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Selasa ( 25/09/2018 ).
Kedatangan delapan tim ekspedisi ke Bangka Belitung, diketuai Ki Agus Firdaus beserta dengan Tim Buka Lapak bertujuan untuk menggali dan mengembangkan apa yang menjadi potensi pada setiap daerah di Indonesia agar dapat dipublikasikan secara meluas melalui berbagai saluran pada era digital saat ini.
Hal ini dikemukan Ki Agus Firdaus saat menyampaikan maksud dan tujuan dihadapan Sekda Babel beserta Pejabat eselon II di wilayah Pemerintah Provinsi Bangka Belitung.
Dikatakan Firdaus, setiap daerah di Indonesia memiliki keragaman potensi yang berbeda-beda, dan dapat dikembangkan melalui sinergi bersama antara daerah dalam upaya membangun jaringan dan peningkatan ekonomi untuk menghadirkan kesejahteraan masyarakat.
"Apa yang menjadi potensi di daerah yang belum terpublis secara maksimal dapat terinformasi dengan baik, dimana persaingan global saat ini menjadi sebuah tantangan bagi pelaku usaha semakin besar, era digital diikuti bukan untuk ditakuti," ujarnya.
Menurut Firdaus, perlu kebersamaan dalam membangun UMKM agar mampu bersaing dengan negara lain. Upaya membangun UMKM itu diantaranya dengan mensupport dalam segala hal dalam menciptakan produk unggulan, serta kemasan pemasaran.
"Konsep warung digital, agar warung tradisonal tidak kalah dengan retail modern untuk dapat bersaing dan berkembang dengan memberikan harga kompetitif bahkan lebih murah, seperti dengan pemutusan distribusi," terangnya.
Sementara itu, Sekda Yan Megawandi dalam kesempatan tersebut memaparkan kondisi geografis Bangka Belitung, potensi - potensi yang dimiliki daerah pada bidang pertanian, pariwisata, program - program unggulan pemerintah, serta pencapaian pembangunan daerah.
"Provinsi Babel memiliki Gini Ratio atau kesenjangan antara orang kaya dan miskin terkecil dan angka kemiskinan terkecil nomor empat di Indonesia," paparnya.
Sekda juga menyampaikan tentang produk unggulan Bangka Belitung yang memiliki potensi besar untuk dapat dikembangkan secara lebih maksimal, meliputi tenun cual, kerajinan pewter timah, batu satam, anyaman resam, dan akar bahar,
"Bangka Belitung terkenal dengan kulinernya dan kaya akan rempahnya, salah satu diantaranya terasi dan untuk lada menjadi terbaik di dunia karena memiliki tingkat kepedasan tinggi," ungkap Sekda.