Erzaldi Berpesan Kepada Para Napi Yang Mendapat Remisi Untuk Tak Mengulangi Perbuatannya
PANGKALPINANG – “Melalui remisi kita berintegrasi dengan seni,” ujar Gubernur Erzaldi Rosman, saat memulai sambutannya di Lapas Kelas II A Pangkalpinang (17/08/2017). Ia mengatakan bahwa pembinaan seni kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) merupakan salah satu upaya untuk melembutkan jiwa, sehingga dapat mengubah perasaan untuk bertindak kriminal dapat dieliminir. Sehingga para WBP ini lebih mampu memaknai hidup, dan kembali berinteraksi secara sehat dengan masyarakat.
Erzaldi berharap momen proklamasi kemerdekaan Indonesia dapat dimaknai sebagai suatu komitmen dari seluruh rakyat Indonesia untuk membangun negara yang mandiri serta mampu memberikan perlindungan keadilan bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Lebih jauh Erzaldi mengatakan bahwa mewujudkan kemerdekaan ini merupakan tanggung jawab bersama.”Tidak terkecuali para WBP. Dengan LP dan Rutan yang menjadi sarana untuk nation and character building, harus dapat memberikan sebuah makna negara dituntut untuk program pembinaan, yang dapat menstimulir narapidana dan anak memiliki kemampuan penyesuaian diri untuk kembali ke masyarakat,” ungkap Erzaldi.
Terkait hal tersebut, maka pemerintah memberikan apresiasi berupa pengurangan masa menjalani pidana (remis) bagi narapidana dan anak yang sudah menunjukkan prestasi, dedikasi, dan disiplin tinggi dalam mengikuti program pembinaan yang telah sesuai dengan syarat dan ketentuan.
Erzaldi pun mengungkapkan, bahwa pemberian remisi ini dimaksudkan juga untuk mengurangi dampak dari sub-kultur tempat pelaksanaan pidana. “Secara psikologis pemberian remisi juga mempunyai pengaruh dalam menekan tingkat frsutasi sehingga dapat mereduksi atau meminimalisir gangguan keamanan di Lapas, Rutan, berupa perkelahian, pelarian, dan kerusuhan lainnya,” imbuh Erzaldi.
Erzaldi pun memberikan ucapan selamat kepada seluruh narapinada yang mendapatkan remisi. “Bagi yang bebas saya berpesan untuk berjanji kepada diri sendiri agar tidak mengulangi perbuatan yang melanggar hukum, kembali lah ke keluarga, dan jadilah anggota masyarakat yang baik, jadilah insan yang taat hukum. Insya Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa akan melindungi dan mengiringi keikhlasan dan ketulusan saudara untuk menjadi manusia yang bermartabat, bermanfaat, dan berakhlak mulia.” Tutup erzaldi mengakhiri sambutannya. (K5)