Evaluasi Capaian IDI, Badan Kesbangpol Babel Adakan Pembekalan Bagi Institusi Politik dan Pokja IDI

PANGKALPINANG -  Dalam rangka memberikan pembekalan dan membangun konsolidasi demokrasi yang lahir dari basis capaian Indeks Demokrasi Indonesia (IDI), Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada hari Rabu (25/07) mengadakan kegiatan sosialisasi mengenai konsolidasi demokrasi yang diikuti oleh institusi politik seperti partai politik dan anggota Pokja IDI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Berkenaan dengan kondisi capaian Indeks Demokrasi Indonesia di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kepala Kesbangpol Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Tarmin AB mengungkapkan bahwa mengacu pada pelaksanaan Pilkada serentak yang telah diselenggarakan pada bulan Juni 2018 lalu, terdapat sejumlah indikator demokrasi yang memerlukan perhatian seluruh institusi politik dan masyarakat.

 “Dari berbagai aspek Indeks Demokrasi Indonesisia di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, kita (red: pemerintah) berharap kedepannya capaian yang saat ini dapat dipertahankan. Setelah memperhatikan keadaan, pada tahun 2018 nilainya turun dari tahun sebelumnya. Untuk meningkatkan Indeks Demokrasi sangat membutuhkan keterlibatan seluruh komponen,” ungkap Tarmin.

Terkait dengan capaian IDI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di tahun 2018, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Haryoso mengungkapkan bahwa capaian demokrasi tidak saja diukur dari sisi kuantitas namun juga memperhatikan sisi substansi kualitas demokrasi.

“Pada tahun 2016 IDI Bangka Belitung berada pada ranking kedua dari 34 provinsi dengan nilainya baik yakni 83. Nilai tersebut di atas nilai IDI nasional. Kita (red: pemerintah) melihat hasil IDI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kemungkinan akan mengalami penurunan, akan tetapi setidaknya kita bisa mempertahankan kualitas dari kondisi demokrasi,” ungkap Haryoso.

Hadir pada acara tersebut adalah Direktur Eksekutif Perkumpulan Untuk Pemilu Dan Demkorasi (Perludem) Titi Anggreini, yang memberikan masukan kepada tim Pokja IDI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan institusi politik mengenai upaya menjaga iklim demokrasi di Bangka Belitung.

"Selain dari 3 (tiga) aspek utama Indeks Demokrasi Indonesia, kondisi demokrasi juga dipengaruhi oleh beberapa aspek diantaranya aspek pemerintahan yang representatif, partisipasi masyarakat, perlindungan pada hak-hak fundamental, maupun kepercayaan publik terhadap partai politik," terang Titi.

Penulis : Stevani
Sumber : Dinas Kominfo
Editor :
Fotografer : Stevani
Dibaca : 177 Kali