Faktor Ekonomi Jadi Hal Utama dalam Menentukan Komoditas Unggulan
PANGKALPINANG - Kegiatan studi kelayakan potensi investasi adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis potensi investasi sektor pertanian dan perkebunan yang memungkinkan untuk dikembangkan menjadi peluang investasi yang siap ditawarkan kepada para investor dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat.
"Kita membutuhkan informasi sumber daya daerah untuk pengembangan komoditi unggulan daerah yang akan sangat membantu upaya peningkatan pendapatan daerah dan sumber pembiayaan secara berkelanjutan". Ungkap Maskupal Bakri Kepala Biro Hukum Setda Provinsi Kepulauan Babel, saat membuka acara laporan akhir studi kelayakan potensi investasi sektor Pertanian dan Perkebunan di Ruang Pasir Padi pada (14/08).
Potensi sumber daya daerah perlu disusun untuk mendukung pengembangan komoditas sektor pertanian dan perkebunan dalam upaya meningkatkan investasi yang memberikan informasi penting tentang distribusi komoditi luasan wilayah dan peluang investasi pada suatu daerah.
Potensi Pertanian dan Perkebunan di Provinsi Bangka Belitung cukup tinggi. Potensi tersebut dapat dilihat dari sudut pandang potensi berdasarkan biofisik dan potensi berdasarkan jumlah saran dan prasarana pendukungnya.
Menurutnya, laporan akhir ini dapat mempermudah publik khususnya investor untuk mempermudah informasi kelayakan investasi khususnya sektor pertanian dan perkebunan di Provinsi Bangka Belitung.
Studi Kelayakan Potensi Investasi sektor pertanian dan perkebunan ini merupakan kerjasama Pemprov Babel dengan Fakultas ekonomi dan manajemen Institut Pertanian Bogor.
Lukman, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Ekonomi dan managemen institut Pertanian Bogor
Kami mengidentifikasi potensi investasi sektor pertanian dan perkebunan pada masing masing kabupaten kota di Provinsi Kep Babel termasuk mengidentifikasi varietas komoditas baru sektor pertanian dan perkebunan yang cocok dikembangkan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
"Potensi investasi komoditas perkebunan bervariasi antar kabupaten namun terfokus pada lima komoditas utama yaitu lada, karet, kelapa sawit dan kopi sebagai komoditas unggulan," Papar Lukman.
Lebih lanjut Lukman menjelaskan, sementara untuk potensi investasi komoditas buah buahan juga bervariasi antar kabupaten tetapi terfokus pada komoditas durian dan nanaa sebagai komoditas unggulan.
Sementara untuk potensi investasi komoditas sayuran juga bervariasi antar Kabupaten tetapi terfokus pada beberapa komoditas cabe merah, cabe rawit dan kacang panjang sebagai komoditas unggulan.
Investasi komoditas lada, karet kelapa sawit, kelapa, kopi, durian, nanas dan cabe merah layak untuk diusahakan. Sedangkan bawang merah tidak layak.
Metode Analisia Data yang digunakan dalam laporan akhir studi ini dalam penetapan komuditas unggulan dengan metode AHP, metode yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan agar dapat memahami kondisi suatu sistem dan membantu dalam melakukan prediksi berdasarkan penilaian, pertimbangan logis dan siatematis.
Aplikasi AHP dikelompokan dalam dua kategori yaitu choice(pilihan) yang merupakan evaluasi atau penetapan prioritas dari berbagai alternatif tindakan dan forecasting (peramalan) yaitu evaluasi terhadap berbagai alternatif hasil di masa yang akan datang.
Hasil analisis AHP dengan mempertimbangkan kriteria dan sub kriteria, telah berhasil mengidentifikasi jenis jenis komoditas unggulan bagi setiap kabupaten dari Hasil analisis kelayakan, komoditas unggulan juga layak secara finansial sehingga pemilihan komoditaa ditentukan oleh faktor2 spesifik.
Untuk itu perlu pengembangan sistem agribisnis secara terintegrasi, pengembangan kondisi ini berlaku untuk kedua jenis produk industri dan non industri serta perlunya kerjasama yang kuat antara pemerintah, pengusaha(industriawan) petani dan lembaga swadaya masyarakat.
Menurut Lukman dalam upaya pengembangan sektor pertanian dini perlu adanya kebijakan pemerintah dalam upaya pengembangan komoditas unggulan Babel. Dalam hasil analisis faktor ekonomi yang sangat penting misalnya bagaimana menjaga kestabilan harga produk, serta bagaimana memfasilitaasi kebutuhan sarana produksi pertanian, disitulah peran pemerintah menjadi penting untuk mengkoordinasikan dengan berbagai pihak terkait.
Lebih dalam Dwi Rahmina Tenaga ahli Agribisnis Institut Pertanian Bogor mengemukakan untuk lada Babel yang merupakan tanaman tradisional masyarakat yang telah melembaga dan berkualitas tinggi yang selama ini melibatkan sebagian besar maayarakat Babel dan menjadi lada Muntok White Papper yang sudah mendapatkan Geographical Indication.
Namun sayangnya selama ini produktivitas masih relatif rendah yakni 0.9-1,1ton/ha/tahun. sementara negara lain seperti Vietnam 2-5ton/ha/tahun.
Sedangkan jika dilihat dari harga lada Babel mengalami harga yang fluktuasi dari harga 40 ribu s.d 200 ribu/Kg. Babel juga Tidak tercatat sebagai komoditas ekspor daerah atau negara malah Singapura yang dikenal sebagai ekportir lada.
"Untuk itu ini menjadi PR kita semua bagimana menjadikan lada sebagai komoditas utama daerah Babel yang bisa mensejahterakan petani dengan memanfaatkan indikasi geografis dan kebijakan daerah dalam menggelola, disitulah peran pemerintah menjadi penting untuk mengkoordinasikan dengan berbagai pihak terkait," harap Dwi Rahmina.