Fluktuasi Harga Lada Bikin Gemas Petani, Gubernur Erzaldi Berikan Motivasi dan Saran Jitu
19/11/2018
PANGKALPINANG -- Nilai harga lada belum juga membaik. Namun Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman tak menyerah. Petani disarankan optimis, selanjutnya berusaha meningkatkan jumlah produksi lada. Sebab jika produksi melimpah, keuntunganpun dapat diraih. Sekarang pemerintah provinsi sudah mengeluarkan berbagai kebijakan mengatasi permasalahan lada. Gubernur Erzaldi mengatakan, dulu Vietnam datang ke Bangka Belitung untuk belajar menanam lada. Lalu berhasil memproduksi 300 ribu ton lada per tahun. "Sedangkan Indonesia sendiri hanya mampu menghasilkan 12 ribu ton lada per tahun," kata Gubernur Erzaldi saat dialog bersama petani di Kebun Lada Lapas Tua Tunu, Pangkalpinang, Senin (19/11/2018). Ada solusi mengatasi turun naik harga lada, yakni meningkatkan produksi. Gubernur Erzaldi menjelaskan, walaupun harga lada turun tetapi produksi lada di Vietnam tetap tinggi. Ini harus dicontoh untuk motivasi petani. Berbeda dengan di Bangka Belitung, harga turun produksi juga menurun. Permasalahan harga lada bisa turun naik. Dikatakan Gubernur Erzaldi, sebab harga lada dikendalikan pasar, bukan pemerintah. Ada kebijakan pemerintah provinsi mengatasinya yakni, memproduksi bibit lada terbaik, mengadakan laboratorium lada dan kebijakan resi gudang. "Jadi bibit lada harus dibeli dari sumber bibit berkualitas. Tahun ini pemerintah sudah memberikan bantuan 3,5 juta bibit lada kepada petani. Tahun depan juga sama, jadi manfaatkan ini," kata Gubernur Erzaldi. Lebih jauh Gubernur Erzaldi mengatakan, asalkan punya lahan dan mempunyai pengetahuan bertanam, pemerintah memberikan bibit berkualitas. Petani harus mengetahui bagaimana teknik menanam lada secara baik, begitu juga dengan pemupukannya. "Kebetuhan pupuk setiap lada berbeda. Saat ini pemerintah provinsi sudah bekerja sama dengan pupuk Kujang untuk mengatasi permasalahan pupuk di Bangka Belitung," jelas Gubernur Erzaldi. Sebelumnya Zulkarnain petani di Kelurahan Tua Tunu, Kota Pangkalpinang menyampaikan keluh kesah rendahnya harga lada. Dahulu lada Bangka Belitung terkenal dan harganya relatif tinggi. Namun saat ini menyedihkan, harga lada terus menurun. "Ini menyulitkan perekonomian masyarakat. Kami benar-benar minta tolong kepada pemerintah untuk memperhatikan permasalahan ini dengan serius," harapnya.
Penulis : Suci Lestari
Sumber : Dinas Kominfo
Editor : Huzari
Fotografer : Suci Lestari
Dibaca : 430 Kali