Gerakan Masyarakat Desa Membangun Untuk Optimalkan Pemberdayaan Daerah
Pangkalpinang - Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar acara sosialisasi pengembangan desa Gerakan Masyarakat Desa Membangun (GMDM) tingkat Provinsi, di Bangka City Hotel pada hari Rabu ( 24/10/2018 ).
Sosialiasi yang dilaksanakan selama tiga hari sejak 24 - 26 diikuti para peserta dari tujuh Kabupaten / Kota se - Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang melibatkan lintas sektor dari Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Tertinggal serta unsur TNI.
Saat membuka kegiatan, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Yuliswan menyampaikan bahwa kehormonisan suatu gerakan masyarakat dalam rangka mewujudkan pembangunan desa berbasis kesehatan.
"Berperilaku sehat serta menuju daya saing mandiri dalam mengoptimalkan sinergitas derajat kesehatan dengan menumbuhkan dan mengembangkan desa perlu ditopang semua lini sektor yang memperhatikan potensi masyarakat," ujar Yuliswan.
Menurut Yuliswan, pola perilaku sehat, produktif berdaya saing mandiri dan sejahtera perlu didukung oleh berbagai kebijakan dan program pemerintah sebagai gerbang menuju Indonesia Sehat dan mengintegrasikan beberapa program secara lintas sektoral.
"Untuk itu kita perlu mengintegrasikan beberapa program serta dukungan penuh lintas sektor dan peran masyarakat sangat diperlukan," lanjut Yuliswan.
Yuliswan juga menjelaskan pembentukan Gerakan Desa Membangun gerbang dilatarbelakangi oleh upaya untuk meningkatkan derajat hidup masyarakat terutama di bidang kesehatan baik perilaku maupun hubungan dengan basis yang ada di desa. Di sisi lain adalah untuk mencerdaskan masyarakat sesuai dengan cita - cita dan tujuan bernegara.
"Fakta di lapangan menunjukan bahwa desa dan masyarakatnya mengambil peran serta dalam upaya mencerdaskan dan menyehatkan masyarakat, maka derajat kesehatan dan pendidikan jauh lebih tinggi. Oleh karena itu diharapkan gerakan ini dapat mewujudkan kondisi masyarakat yang sehat dan mandiri yang dimulai dari tingkat keluarga yang ada di desa-desa," kata Yuliswan.