Gubernur Ajak Lestarikan Mangrove Melalui Pengembangan Eko Wisata
Kenanga - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman mengungkapkan pentingnya kepedulian dan kerjasama semua pihak dan masyarakat pesisir pantai dalam menjaga ekosistem alam sekaligus membangun kawasan pesisir pantai. Hal ini diungkapkan Gubernur pada kegiatan penanaman pohon mangrove dan pelepasan 500 kepiting bakau di kawasan pesisir Pantai Rebo Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka pada hari Selasa (24/07).
“Ikut membantu membangun kawasan Pantai Rebo ini merupakan salah satu rencana tata ruang Kabupaten Bangka maupun provinsi, dan kawasan ini menjadi salah satu destinasi wisata di sepanjang jalur pantai timur,” ungkap Gubernur.
Turut serta dalam kegiatan penanaman mangrove tersebut yaitu Ikatan Keluarga Besar Kenanga, Direktur Operasi dan Produksi PT Timah, Wakapolda Kepulauan Bangka Belitung, perwakilan BUMN PT PLN, Wakil Bupati Bangka, dan perwakilan anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung serta para pelajar.
Ajakan untuk menjaga ekosistem alam pesisir pantai juga diungkapkan gubernur kepada para pelajar yang ikut dalam kegiatan penanaman pohon mangrove dan pelepasan kepiting bakau siang itu pada kegiatan peringatan hari mangrove se-dunia.
“Adik-adik pelajar, setelah menanam mangrove jangan lupa untuk memelihara,” ungkap Gubernur.
Selain untuk menjaga ekosistem alam, Gubernur mengungkapkan keberadaan hutan mangrove memiliki nilai ekonomis dengan memanfaatkan potensi yang ada di kawasan hutan mangrove.
“Kegiatan penanaman manggrove dan pelepasan bibit kepiting bakau ini karena memiliki nilai ekonomis yang sangat baik. Walaupun saat ini hasil hutan mangrove di Bangka Belitung belum dimanfaatkan nilai ekonominya, tetapi ke depan tujuan prioritas hutan mangrove di Bangka Belitung dikelola sebagai satu tempat destinasi wisata,” ungkap Gubernur
Upaya penanaman mangrove yang diselenggarakan atas iniasasi Yayasan Ikatan Keluarga Besar Kenanga (IKEBANA) yang didukung oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung maupun pihak BUMN, diungkapkan ketua IKEBANA Ervawi merupakan tindak lanjut dari kegiatan penanaman yang sudah dilakukan sebelumnya di kawasan pesisir pantai rebo.
“Hutan mangrove yang dikelola oleh Yayasan IKEBANA yang dimulai mulai sejak tahun 2009 hingga saat ini masih ada hutan bakau. Di sebelah timur pesisir sekitar 24 Ha sebelumnya sudah dilakukan penanaman dimana saat ini pohon bakaunya sudah tumbuh tingginya 6 meter dan ditambah hari ini penanamannya di atas lahan sekitar 10 Hektar,” ungkap Ervawi.
Ditambahkan Ervawi bahwa penanaman mangrove di lahan bekas tambang selain untuk menjaga ekosistem alam juga bermanfaat sebagai zona penyangga untuk mencegah abrasi. Dan direncanakan kawasan ini akan dikembangkan menjadi kawasan edukasi dan wisata.
“Selain untuk mencegah abrasi, kawasan hutan mangrove ini memiliki nilai ekonomi, bisa dijadikan tempat budidaya seperti budidaya kepiting. Dan kami mulai dengan melepas 500 bibit kepiting bakau dan menanam 5000 pohon bakau,” ungkap Ervawi.
Selain kegiatan penanaman dan pelepasan bibit kepiting bakau, juga diberikan bantuan program rehabilitasi lahan bekas tambang menjadi kawasan edu dan eko wisata dari BUMN PT. Timah dan PLN kepada Yayasan IKEBANA.