Gubernur: Kawal Pertumbuhan Anak!
Pangkalpinang – Anak kerapkali menjadi korban maupun pelaku tindak kekerasan fisik. Tak hanya fisik, sebab psikis anak-anak pun menjadi korban. Ironisnya, anak-anak bahkan mengalami kekerasan seksual. Dampak kekerasan ini tidak hanya luka tubuh, tetapi dapat menyebabkan terjadi gangguan psikologis hingga kehilangan nyawa.
Rustam Effendi Gubernur Kepulauan Bangka Belitung mengimbau agar anak-anak tidak menjadi korban pengaruh lingkungan yang tidak tepat. Pemerintah dan orangtua hendaknya dapat menyediakan lingkungan layak dan ramah bagi perkembangan fisik dan psikis anak. Sehingga dapat mengawal perkembangan anak dengan baik.
“Anak adalah generasi penerus bangsa untuk menjalankan masa depan. Oleh karena itu, perlu peran serta kita semua agar dapat menyiapkan hal-hal yang baik untuk dijalankan,” kata Gubernur saat memperingati Hari Anak Nasional di halaman Kantor Dinas Kesejahteraan Sosial Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (19/10/2016).
Gubernur secara langsung memberikan bantuan untuk 200 anak. Adapun rincian anak-anak yang mendapatkan bantuan dari kegiatan rehabilitasi sosial anak Dinas Kesejahteraan Sosial Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di antaranya, 15 anak YPAC Pangkalpinang, 20 anak TAS Azizah Pangkalpinang dan 20 anak LKSA Aisyiyah Pangkalpinang.
Selain itu terdapat 13 anak jalanan binaan Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Pangkalpinang, 26 anak TAS Ar-Raisyah Kabupaten Bangka Tengah, 20 anak TAS Bina Lestari Kabupaten Bangka, 20 anak TAS Permata Hati Kabupaten Bangka, 21 anak TAS Mutiara Serumpun Sebalai III Kabupaten Belitung serta 12 anak yang berhadapan dengan hukum binaan UPT Panti Bina Serumpun Provinsi Bangka Belitung.
Sedangkan 33 anak lainnya dari LKSA Aisyiyah Kabupaten Bangka Barat sebanyak 17 anak dan sisanya sebanyak 16 anak dari LKSA Kabupaten Bangka Selatan. Aziz Haradad Kepala Dinas Kesejahteraan Sosial Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjelaskan, tujuan kegiatan ini guna memberi kesempatan bagi anak untuk mengaktualisasikan potensi dan kreativitasnya.
“Selain itu memberi kesempatan agar anak penuh keceriaan dan mandiri. Kita harus mengutamakan hak anak dalam setiap aspek kehidupan sosial baik dalam keluarga maupun masyarakat. Perlu juga untuk menumbuhkan kepedulian, kesadaran, peran aktif masyarakat dalam perlindungan dan pemenuhan hak anak,” paparnya.