Gubernur Luncurkan Program Pelatihan Petani Lada
BANGKATENGAH – Strategi meningkatkan produksi lada, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman membuat program melatih para petani lada sehingga mendapatkan pengetahuan baru tentang teknik menanam lada dengan produksi tinggi.
"Pemprov Babel akan membuat pelatihan untuk masyarakat petani lada. Nanti kita gilir setiap desa akan mendapatkan pelatihan tentang pengolahan dan cara efektif bertani lada, termasuk segala hal yang berhubungan dengan peningkatan produksi lada. Tetapi sifatnya bergilir. Untuk saat ini memang belum memungkinkan melatih semua petani lada. Kita latih perwakilan setiap desa saja, nanti mereka inilah yang menjadi pelatih bagi petani lainnya di desa masing-masing," ujar Erzaldi.
Menurut Gubernur, meski Bangka Belitung sudah dikenal sebagai penghasil lada, namun sekarang mulai tertinggal di bidang teknologi dengan negara lain. Buktinya dengan harga sekarang, negara lain tidak mengeluh, karena mereka sudah mampu meningkatkan produksi panen lada per batangnya menjadi lima hingga enam kilogram. Peningkatan hasil panen ini, otomatis para petani tersebut mendapatkan pendapatan yang lebih besar.
"Untuk bersaing dengan negara lain dalam hal hasil panen ini, maka petani lada kita harus diberi pelatihan pengetahuan teknologi, supaya hasil panen mereka bertambah,” pungkas Erzaldi.
Salah satu petani lada Bangka, Rosdiaman (47), senang dengan rencana Gubernur Babel akan memberikan pelatihan kepada para petani lada. Menurut Rosdiaman, program Gubernur Babel ini akan memberikan dampak positif terhadap keterampilan petani dalam mengelolah perkebunan lada.
"Tentu kita senang, karena kita akan mendapatkan ilmu bertani yang benar. Saya yakin melalui pelatihan ini, kami para petani akan lebih banyak tahu cara mengatasi persoalan bertani lada yang selama ini kami hadapi. Terimakasih Pak Gubernur," tukas Rosdiaman.
Ditanya soal program resi gudang lada gagasan Erzaldi, Rosdiaman mengaku terbantu dengan program tersebut. Adanya program resi gudang ini, petani tidak akan tertipu lagi masalah harga. Selama ini, petani lada tidak memiliki daya tawar terhadap harga lada di pasaran.
“Kalau selama ini kan patokan harga lada naik turun dengan acuan yang tidak jelas. Program ini bagus. Saya akan ajak teman-teman petani untuk dukung dan memanfaatkan program resi gudang ini,” katanya.