Gubernur Terus Ingatkan Orangtua akan Pentingnya Vaksin MR
MUNTOK--Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman terus mengajak orangtua di wilayah Bangka Belitung untuk memvaksinkan anaknya dengan vaksin imunisasi measles dan rubella (MR) jika anaknya belum diberikan vaksin MR.
Dalam kegiatan Natak Kampung di Desa Air Putih Kecamatan Muntok, Kamis (11/10/2018), Gubernur kembali mengajak dan mengingatkan para orang untuk melakukan vaksin kepada anaknya jika belum mendapatkan vaksin MR.
"Jika anak kita sudah terkena virus rubela dan campak pengobatannya sangat sulit. Untuk itu mari kita cegah agar virus ini tidak menjangkiti anak dengan memberikan mereka vaksin MR," kata Gubernur.
Menurut Gubernur, merupakan hak anak untuk mendapatkan vaksin MR sebagai hak untuk hidup layak anak. Untuk itu jika orang tua memiliki anak umur 9 bulan sampai kurang dari 15 tahun, sangat penting diberikan imunisasi vakain MR agar tercegah dari penyakit berbahaya campak dan rubella.
Gubernur juga mengingatkan orang tua agar lebih bijak dalam dalam menyikapi persoalan terkait vaksin MR tersebut, apalagi Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa terkait pemberian vaksin MR.
"Kalau haram, bahannya memang haram karena mengandung babi, tapi MUI sudah mengeluarkan fatwa tentang penggunaan vaksin tersebut. Mari kita pikirkan kesehatan anak kita pada saat ini dan kedepannya karena jika anak kita terkena atau tertular virus," kata Gubernur.
Gubernur juga meminta agar semua pihak secara bersama dapat mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pemberian imunisasi vaksin MR.
Gubernur juga mengakui adanya cara pandang yang menilai bahwa zaman dulu tak mendapatkan vaksin, tapi tetap sehat. Untuk itu ia mengajak para orang tua untuk menyingkirkan cara pandang lama tersebut.
Sementara itu Kepala Puskesmas Mentok Asrul Sani mengatakan bahwa persentase pemberian vaksin MR di Mentok terbilang rendah divawah 50 persen.
"Tapi kita terus melakukan edukasi. Dan pada Sabtu ini sesuai arahan kita akan melakukan kegiatan pemberian vaksin di sekolah dan di kantor desa," katanya.