Hari Kedua Pelaksanaan Pertinas SWBB Tahun 2018, Peserta Mendapatkan Pendalaman Krida Pendidikan
Bangka - Walaupun kondisi bumi perkemahan Depati Amir diguyur hujan deras, namun kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat kontingen peserta perkemahan nasional saka widya bakti budaya (SWBB) dalam melaksanakan aktivitas dan mengikuti kegiatan perkemahan pramuka bakti saka widya budaya yang hari ini Rabu (21/11) memasuki hari kedua pelaksanaan perkemahan tingkat nasional sejak dibuka pada Selasa (20/11).
Agenda hari kedua pelaksanaan kegiatan, para peserta perkemahan dari 20 provinsi se- Indonesia mendapatkan materi pendalaman mengenai satuan karya pramuka serta tujuh KRIDA, demikian diungkapkan Rizal selaku ketua panitia kegiatan perkemahan saka widya bakti budaya dari Direktorat Jenderal Kebudayaan dan Sejarah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
“Hari ini agenda nya untuk perkemahan saka widya bakti budaya adalah pendalaman mengenai KRIDA dimana ada tujuh pendalaman KRIDA yang akan di berikan yaitu krida sejarah, krida nilai budaya, krida cagar budaya, krida kesenian dan film, krida kecakapan khusus, krida PAUD dan krida pendidikan “, ungkap Rizal.
Adapun pendalaman KRIDA untuk kegiatan hari ini, Rabu (21/11) adalah workshop mengenai Krida pendidikan dimana materi akan disampaikan dari sejumlah instruktur. Setelah materi pembekalan, dijelaskan Rizal kegiatan dilanjutkan dengan agenda pembuatan karya atau pilot project dari masing-masing kontingen yang diagendakan akan disosialisasikan ke sejumlah sekolah-sekolah.
“ Hari ini panitia mengundang sejumlah instruktur ahli di masing-masing bidang KRIDA untuk memberikan workshop dan pembekalan kepada para peserta untuk bisa belajar secara teknis dan sekaligus menyempurnakan karya yang dibuat oleh masing-masing kontingen usai mendapatkan pendalaman krida i”, ungkap Rizal.
Ditambahkan Rizal untuk materi pendalaman krida pendidikan diantaranya perihal pendalaman krida robotik, coding, pendalaman krida pembuatan komik sejarah dan karikatur, pendalaman krida pembuatan alat musik tradisional, krida mitigasi bencana, membuat patung atau melukis (Mural), pendalaman krida dari Dekranasda, pendalaman krida Pos PAUD dan membuat boneka tangan, pendalaman krida parenting education serta pendalaman krida mengenalkan dan cara membuat alat musik tradisional.
Sedangkan pada hari ketiga perkemahan, untuk agenda kegiatan diungkapkan Rizal difokuskan pada penyelesaian rencana karya (pilot project) dari hasil pendalaman krida pendidikan yang sudah diberikan pada hari ini. " Hari Kamis agenda kegiatan difokuskan pada pembekalan penyempurnaan hasil rancangan karya para peserta yang diagendakan dimana hasil rancangan karya peserta akan disosialisasikan ke sejumlah sekolah", ungkap Rizal.
Kegiatan krida pendidikan lainnya yang akan diberikan kepada peserta diantaranya pendalaman KRIDA pendidikan pembekalan Krida guiding ( cara memandu sejarah) , belajar cara eskavasi dan papanisasi sejarah (pembuatan papan keterangan toponim nama tempat bersejarah dan jalan), krida kerajinan khas Bangka, scounting navigasi darat: scounting teknik pemadaman kebakaran dan juga pelaksanaan bakti atas karya pendalaman krida oleh masing-masing kontingen ke sejumlah sekolah.
Selain pelaksanana kegiatan kriya pendidikan, dalam pelaksanaan perkemahan tingkat nasional juga diagendakan sejumlah kegiatan lain diantaranya pentas seni, karnaval dan juga wisata pendidikan dan kebudayaan.
Lebih jauh diungkapkan Rizal melalui kegiatan yang diselenggarakan dalam perkemahan ini dimaksudkan dapat menjadi satu cara dalam mengarahkan bakat dan minat para peserta. “ Melalui kegiatan perkemahan ini selain untuk melatih kemandirian para peserta dan untuk pembinaan serta mengarahkan minat serta bakat mereka untuk menciptakan pekerjaan kedepannya dengan keahlian-keahlian yang mereka dapatkan dari pembekalan kegiatan saka widya budaya bakti ini ke depannya”, ungkap Rizal.