Hotmatua Daulay : Hasil Penelitian diharapkan Dapat di Uji cobakan Kepada Dunia Industri
Sungaiiiat – Belanja riset untuk Indonesia masih sangat kecil apabila dibandingkan dengan Negara-negara lain, dan para peneliti di harapkan tidak hanya membuat jurnal-jurnal penelitian, namun dapat di uji cobakan. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Pengembangan Teknologi Industri Kementerian Ristek dan Dikti, Hotmatua Daulay, saat menjadi keynote speaker pada acara Seminar Terapan riset Inovatif (Sentrinov), di Grand Ball Room Tanjung Pesona Beach Resort and Spa, Kamis (26/09).
Hotman Maulay mendorong para peneliti agar tidak hanya membuat jurnal-jurnal penelitian untuk mengumpulkan angka kredit, namun hasil tersebut dapat di uji coba ke dalam industri. Sehingga penelitian yang dilakukan juga bukan sekedar untuk menggugurkan kewajiban.
“Bagaimana hasil riset kita? kita dorong untuk uji coba di lab kita, dan dicoba di dorong ke Industri. Sehingga tidak hanya dapat menghasilkan koin-koin untuk kesetaraan bangsa kita, tetapi juga meningkatkan koin-koin kesetaraan untuk para pendidik kita, yaitu berupa royalty,” ujarnya kepada para Peneliti dari berbagai Politeknik Se-Indonesia.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Erzaldi Rosman menyampaikan bahwa Babel memiliki sumber daya alam yang luar biasa. Salah satunya adalah Sumber daya Alam Mineral dan Ikutan serta bidang pertanian yaitu lada.
Erzaldi pun mendorong bagaimana hilirisasi dari sumber daya alam dan pertanian yang dimiliki, dengan memanfaatkan teknologi.
Pada pertanian lada, dijelaskan bahwa lada Babel ini memiliki keharuman yang khas dan spesifik. Yang apabila dilakukan sesuai Standar Operasional Prosedur maka keharuman dan kekhasan ini baru akan muncul.
Dari memetik, harus direndam, setelah beberapa hari direndam harus dicuci dengan menggunakan manual(tangan) hingga kulitnya mengelupas, kemudian dijemur, setelah itu baru di packaging.
Hingga saat ini perkembangan industri lada masih memiliki tantangan untuk tetap mempertahankan kualitas dan juga efektifitas.
“Untuk mempertahankan kualitas dan efektifitas merupakan tugas kita, bagaimana ilmu-ilmu kita ini dapat diterapkan pada teknologi terapan biar menjadi bermanfaat bagi masyarakat,” tukasnya.