Ingin Menang Bersaing Harus Kenali Diri

Pangkalan Baru – Kalau ingin menang bersaing, kenalilah dirimu, pelangganmu dan musuhmu. Jadi untuk mengembangkan sektor pariwisata, terlebih dahulu harus mengetahui potensi daerah. Selain itu mencari tahu keinginan wisatawan ketika berkunjung ke Bangka Belitung.

Demikian kata Wisnu Bawa Tarunajaya Asisten Deputi Pengembangan SDM Pariwisata Kementerian Pariwisata RI mengutip pernyataan Menteri Pariwisata Arief Yahya saat Pembekalan Sumber Daya Manusia (SDM) Kepariwisataan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun 2016, di Hotel Novotel, Rabu (16/11/2016).

"Tanyakan pada wisatawan, apa yang mereka sukai ketika datang ke Babel? Lakukan Bench Marking pada daerah yang sudah lebih maju. Pelajari apa yang membuat mereka lebih maju," jelasnya.

Kegiatan yang berlangsung hingga 18 November 2016 ini mengulas kebijakan pemerintah terkait pengembangan kompetensi tenaga kerja pariwisata di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Rivai Kadisbudpar Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bertindak sebagai keynote speaker pada kegiatan ini.

Pembekalan sebagai upaya meningkatkan kualitas serta daya saing SDM pariwisata agar mampu bersaing di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Pemberlakuan MEA sejak 1 Januari 2016 lalu meningkatkan persaingan peluang pekerjaan di negara-negara Asean, termasuk Indonesia.

Tenaga kerja atau SDM kepariwisataan Indonesia harus mampu bersaing dengan tenaga kerja lain yang berasal dari sembilan negara di antaranya, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Brunei Darussalam, Vietnam, Laos, Myanmar dan Kamboja.

Agar dapat tetap unggul, tahun 2015 lalu pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pariwisata telah melakukan Gerakan Akselarasi Sertifikasi Tenaga Kerja Pariwisata dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN.

Untuk memfasilitasi arus bebas tenaga kerja pariwisata di kawasan ASEAN, dilakukan pengaturan pengakuan berupa penyusunan ASEAN Mutual Recognition Arrangements on Tourism Professionals (ASEAN MRA-TP) sejak 9 November 2012, di Bangkok, Thailand.

Indonesia diproyeksikan menjadi salah satu dari sepuluh negara super power pada tahun 2045. Rivai mengatakan, di masa itu Indonesia sangat membanggakan seiring perayaan ulang ke 100 tahun RI atau satu abad. Namun ini memerlukan peran generasi muda, jangan sampai generasi muda digerogoti narkoba.

Sangat perlu mencermati urgensi pengembangan bidang pariwisata. Rivai menambahkan, jauhi kejadian yang kurang baik bagi Bangka Belitung. Sebab dulu Bangka Belitung jaya karena timah, namun sekarang sektor tambang timah meninggalkan masalah.

“Dulu kita terkenal dengan Muntok white pepper, sekarang tidak lagi. Kita juga dulu menjadi tempat pembelajaran perkebunan karet, sekarang tidak lagi. Jangan sampai sektor pariwisata bernasib sama. Gaungnya harus disesuaikan dengan pengimplementasiannya," harap Rivai.

Penulis : Ernawati Arif
Sumber : Diskominfo Babel
Editor : Huzari, Adi Tri Saputra
Fotografer : Rafiq Elzan
Dibaca : 216 Kali