Jadi Pembicara, Yusroni Gambarkan Kondisi Perikanan di Bangka Belitung
SUNGAILIAT - Menjadi pembicara dalam temu wicara antar Tokoh Presidium dan masyarakat Pulau Bangka dalam rangka memperingati hari jadi ke-17 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Yusroni Yazid selaku Ketua Presidium Kabupaten Bangka menjelaskan tentang kondisi perikanan di Bangka Belitung, bertempat di Gedung Sepitu Sedulang pada Selasa (14/11/2017). Tema yang diangkat dalam temu wicara tersebut adalah " Mewujudkan Kedaulatan Pangan dan Penguatan Hasil-Hasil Perikanan Melalui Inovasi Agropolitan Dan Pengelolaan Hasi-Hasil Perikanan.
Menurut data statistik, produksi perikanan tangkap Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2015 adalah 139.619, 49 ton, menurun dibandingkan dengan tahun 2014.
" Komuditas perikanan tangkap adalah ikan tenggiri, cumi, tongkol, bawal, kerapu dan kerisi dan ikan tersebut diekspor langsung dalam bentuk ikan segar ke Singapura dan Malaysia, dengan Nilai Tukar Nelayan sebagai Indeks Kesejahteraan Nelayan mencapai 101,44. Hal tersebut memperlihatkan bahwa nelayan kita sejahtera karena pendapatan lebih besar daripada pengeluaran," kata Yusroni.
Melihat besarnya potensi sumberdaya ikan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, baik perikanan tangkap maupun budidaya yang belum dikelola maksimal, maka diperlukan langkah strategis agar ketersediaan stok terus berkesinambungan dan tidak tergantung kepada produksi global. "Harga perlu mempertimbangkan daya beli masyarakat menengah kebawah, stok ikan diharapkan terus tersedia sekaligus juga meningkatkan kesejahteraan nelayan dan pembudidaya ikan serta mampu menyediakan kebutuhan akan sumber protein ke masyarakat dengan harga terjangkau. Selain itu potensi sumberdaya ikan dapat menyumbang PDRB Provinsi Kepualauan Bangka Belitung atau devisa bagi negara," papar Yuzroni.
Selanjutnya Yusroni juga menjelaskan permasalahan di sektor perikanan dimana produksi perikanan tangkap sangat tergantung musim sehingga terjadi fluktuasi harga, dimana saat ikan berlimpah harga menjadi rendah dan ketika pasokan ikan berkurang harga melambung. Hal tersebut sangat berpengaruh terhadap inflasi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Selain itu, belum dimanfaatkan secara optimal potensi lahan budidaya laut, air payau dan air tawar akibat keterbatasan teknologi, serta mahalnya sarana produksi menjadi masalah serius yang perlu diperbaiki dalam pengelolaan sumber daya ikan. Sampai sekarang produksi perikanan di Bangka Belitung masih dipasarkan dalam bentuk segar atau dalam bentuk olahan namun penampilan dan kemasan masih belum menarik.
Dengan kondisi permasalahan tersebut Yuzroni Yazid meminta agar Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalukan pemetaan dan menetapkan kawasan sentra produksi perikanan (agropolitan) sekaligus menyediakan infrastruktur dasar seperti jalan, listrik tekelomunikasi, pelabuhan. Sementara untuk menarik investor perlu adanya kawasan sentra produksi perikanan yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah dan memberikan payung hukum untuk berusaha.
Acara Sarasehan Antar Tokoh Presidium Pembentukan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan Masyarakat Kabupaten Bangka merupakan agenda kedua dalam rangkaian HUT Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang ke-17. Agenda selanjutnya adalah Temu Wicara dengan Presidium di Jakarta dengan masyarakat Bangka Belitung di Restoran Kampung Bangka pada Kamis 16 November 2017. Selain itu juga diselenggarakan Tabliq Akbar dan Sholat Isya bersama di Halaman Kantor Gubernur pada 20 November 2017, dan dilanjutkan dengan Sidang Rapat Paripurna Hari Jadi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Ruang Rapat Paripurna DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada 21 November 2017.
Untuk acara puncak Resepsi Hari jadi HUT ini akan dipusatkan di Manggar Kabupaten Belitung Timur yang diisi dengan pertandingan sepak bola antar Esselon II Provinsi Kepualaun Bangka Belitung dengan Esselon II Kabupaten Belitung Timur pada 22 November 2017. Sementara untuk malam resepsi akan dilaksanakan di Gedung Zahari Mz pada 23 November 2017 dan pemberian santunan kepada 300 (tiga ratus) anak.