Jembatan Baturusa II Menjadi Daya Tarik Wisata Dan Kunci Aksesibilitas Jalan Lintas Timur

BANGKA - Kemegahan jembatan Baturusa II atau kadang juga disebut masyarakat Jembatan Emas, saat ini menjadi ikon baru daya tarik wisata masyarakat Bangka Belitung, ini terlihat saat ratusan masyarakat dari berbagai daerah mengunjungi jembatan tersebut pada Minggu, 5 Februari 2017. Ada masyarakat yang berfoto ria berlatar jembatan tersebut dan ada yang sekedar melihat-lihat.

Salah seorang pengunjung, Karly menyatakan bahwa ia sengaja berkunjung ke Jembatan Baturusa II bersama empat temannya karena penasaran ingin melihat langsung kemegahan jembatan tersebut dan ingin melihat Pantai Tikus Emas. Menurutnya jembatan tersebut cukup bagus, hanya saja sayang belum dioperasikan jadi belum bisa kalo pulang lewat jembatan ini menuju Koba, menurut informasi rencananya baru akan diresmikan tanggal 12 Februari 2017 ini, katanya.

Pengunjung yang lain dari Desa Jurung, Bangka bernama Hendri, menyampaikan bahwa menjadi agenda mingguan bagi mereka bersama keluarga untuk mengunjungi jembatan tersebut sembari jalan-jalan disekitar Pantai Air Anyir. Ia menyatakan “jembatan tersebut sangat bagus, hanya saja sayang belum dilengkapi lampu penerangan disisi jembatan”, tuturnya.

Sebagaimana diketahui, Jembatan baturusa II dibangun mulai tahun 2009 pada masa kepemimpinan Gubernur (Alm) Eko Maulana Ali melalui sistem pendanaan multi years, dengan konstruksi cable stay dan sistem bascule (buka tutup) yang dibuat di Manchester, Inggris. Jembatan tersebut dibangun kontraktor PT.Hutama Karya (persero) dan PT.Pembangunan Perumahan (persero). Sistem Bascule digunakan untuk mendukung lalu lintas kapal di Sungai Baturusa menuju Pelabuhan Pangkalbalam dan Tempat Pelelangan Ikan Ketapang.

Jembatan Baturusa II memiliki panjang 784,5 meter, lebar 23,2 meter dan tinggi pylon 44,5 meter dan panjang bascule 65 meter, membentang menghubungkan Kelurahan Ketapang, Pangkalpinang menuju kedesa air anyir, Bangka yang selanjutnya menuju jalan lintas timur. Pada tiang pylon jembatan terlihat kata “EMAS”.

Saat diujicoba buka tutup pada hari minggu itu, terlihat sistem bascule jembatan tersebut beroperasi lancar, membutuhkan waktu kurang lebih 15 menit untuk menutup jembatan tersebut. Namun untuk menutup jembatan tidak dapat dilakukan sekaligus,bascule jembatan sebelah Air Anyir akan tertutup lebih dulu, kemudian disusul dengan bascule sebelah Ketapang yang menutup. Sebaliknya, kalo untuk membuka bascule apabila ada kapal yang lewat, bagian yang sebelah Ketapang yang akan terbuka lebih dulu, ujar pekerja jembatan tersebut.

Dengan adanya jembatan ini, aksesibilitas dari Jalan Koba dan Bandara Depati Amir bila ingin menuju Sungailiat atau Belinyu atau ingin menuju objek wisata Pantai Tanjung Pesona, Pantai Parai Tenggiri, Pantai  Tikus Emas, Vihara Puri Tri Agung atau pantai lainnya dapat melalui jalan alternatif lintas timur, tanpa harus melalui kemacetan Kota Pangkalpinang.

Penulis : Noviansyah
Sumber : Dinas Kominfo
Editor : Ahmad Fauzan Syahzian
Fotografer :
Dibaca : 1.777 Kali