Komisi IV DPR RI Sambangi Stasiun Karantina Ikan Pengendali Mutu (SKIPM) Kelas I Depati Amir

PANGKALPINANG – Komisi IV DPR RI melakukan Kunjungan Kerja Kegiatan Reses Masa Persidangan II Tahun Sidang 2019-2020 ke Provinsi Kep. Bangka Belitung (Babel). Tim yang beranggotakan 12 orang anggota dewan yang tergabung dalam komisi IV tersebut terdiri dari H. Dedi Mulyadi sebagai ketua tim beserta 11 anggota dewan lainnya mempunyai ruang lingkup tugas di bidang Pertanian, Lingkungan  Hidup, Kehutanan, dan Kelautan Perikanan melakukan peninjauan dan diskusi bersama mitra terkait dan pelaku usaha kelautan dan perikanan yang ada di Babel ke Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Kelas I Depati Amir, Pangkalpinang Selasa, (3/3).

Wakil Gubernur Provinsi Kep. Bangka Belitung, Abdul Fatah, menyambut baik kedatangan Anggota Komisi IV DPR RI ke Provinsi Kep. Babel guna menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan kegiatan di Pemprov. Kep. Bangka Belitung.

“Melalui Kunker Anggota Komisi IV DPR RI  ini, apa yang didapat agar memberi manfaat bagi masyarakat Bangka Belitung. Serta, dari hasil pertemuan ini agar menjadi acuan dan mencoba memformulasi berbagai kebijakan yang perlu kami lakukan dan disempurnakan,” ungkap Wakil Gubernur Abdul Fatah.

Pada sesi yang sama Pimpinan Komisi IV, Dedi Mulyadi, menyampaikan bahwa, balai karantina merupakan pintu masuk untuk pertahanan bangsa karena melalui balai karantina semua bisa terindentifikasi apakah barang-barang yang masuk khususnya dunia perikanan itu memiliki inflikasi virus yang berbahaya atau tidak dan apakah bakteri yang terkandung dalam ikannya ketika nanti dikonsumsi, akan menimbulkan problem kesehatan bagi masyarakat.

“Kalau digambarkan ”rumah”, kita ini mempunyai segala ada. Berlian ada, emas ada, ikan ada, beras banyak, sehingga rumah yang seperti ini bentengnya harus tinggi. Indonesia diminati karena memiliki aset yang melimpah. Karena, sering mengalami kendala lintas sektoral yang tingkat koordinasinya mengalami kesulitan semisal eco sectoral,” ungkapnya.

Sementara itu Hj. Nur’aeni anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat yang merupakan satu-satunya anggota perempuan yang hadir dalam rombongan kunker menanyakan pola kerja di lingkup SKIPM untuk sampai ke tahap penangkapan kapal ikan di wilayah perairan laut Bangka Belitung.

“Dalam hal peningkatan produksi kelautan harus kita perhatikan, seberapa besar yang sudah dihasilkan untuk tingkatan masyarakat  yang mengkonsumsi ikan terhadap hasil laut yang ada di Bangka Belitung. Jangan datanya hanya berbentuk ekspor impor saja,” ungkapnya.

 

Penulis : Reni Pebrianti
Sumber : DKP
Editor : Listya
Fotografer : Reni Pebrianti
Dibaca : 183 Kali