Komisi IV DPRD Kep. Babel Laksanakan Rapat Kerja Dengan Eksekutif

PANGKALPINANG - Selasa pagi (03/03), Jawarno pimpin rapat kerja dengan beberapa mitra eksekutif Komisi IV DPRD Kep. Bangka Belitung.

Bertempat di Ruang Rapat Komisi IV, kegiatan terkait penyerapan APBD TA. 2019 dan paparan Program Kerja APBD TA. 2020 ini dimulai dengan Dinas Pendidikan Prov. Kep. Bangka Belitung yang langsung dihadiri Kepala Dinas Pendidikan, Drs. Soleh lengkap bersama pejabat eselon 3 dan eselon 4. 

Dalam paparannya, selama tahun 2019, banyak prestasi di bidang pendidikan yang telah diraih Provinsi Kep. Bangka Belitung, diantaranya peringkat ke-5 nasional dalam tingkat kelulusan SMA dengan persentase sebesar 50%. 

Wakil Ketua Komisi IV, Dede Purnama meminta penjelasan program beasiswa untuk siswa juga para guru mengingat pentingnya peningkatan mutu di dunia pendidikan. Disampaikan melalui program beasiswa Bangka Belitung Berkah, beasiswa untuk guru bahkan hingga ke jenjang S2 dan sudah dilakukan kerjasama dengan UNY, ITB, dan IPB. Bahkan pemprov juga memberikan beasiswa sampai tingkat pendidikan S3 bagi hafidz / hafidzah Alquran.

Saat rapat kerja dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Kependudukan, Pencatatan Sipil, dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Bangka Belitung, anggota Komisi IV Dapil Bangka, Herman Suhadi sampaikan harus selalu ada koordinasi dengan kabupaten / kota sehingga permasalahan terkait perlindungan anak bisa terus ditingkatkan. 

Disambut baik Kadis Susanti, jika Kep. Bangka Belitung sangat konsen akan hal tersebut guna mewujudkan Kota Layak Anak di seluruh kabupaten / kota di wilayah Kep. Bangka Belitung. "Kami terus lakukan pengawasan juga pendampingan," ungkap Susanti. Sekarang pun di Babel, juga telah didirikan Sekolah Perempuan. 

Pada dinas tenaga kerja, khususnya BLK Bangka Belitung ditekankan oleh Jawarno harus melakukan perubahan dan peningkatan sarana prasarana sehingga dapat memberikan PAD, seperti memaksimalkan penggunaan ruang kamar yang ada di BLK. Jadi tidak sekedar selenggarakan pelatihan saja.

Mengakhiri rapat kerja Selasa sore, hadir lengkap Kepala Dinas Kesehatan, Dirut. RS Jiwa Provinsi Kep. Bangka Belitung dan Dirut. RSUP. Secara senada disampaikan bahwa terdapat kekurangan tenaga medis baik dokter, perawat, maupun tenaga teknis, dan administrasi lainnya. Seperti RS jiwa butuh dokter spesialis kejiwaan dan kebutuhan akan dokter spesialis lainnya juga dirasakan pihak RSUP selain menghendaki adanya kenaikan tunjangan dokter umum dan spesialis, tutup Armayani.


 

Penulis : Utari
Sumber : Dinas Kominfo
Editor : Listya
Fotografer : Utari
Dibaca : 365 Kali