Mahasiswa AIESEC Kunjungi Hutan Mangrove Kurau

KURAU - Bupati Bangka Tengah Ibnu Saleh mendampingi Mahasiswa AIESEC dalam kunjungan ke Hutan Mangrove di Desa Kurau Bangka Tengah (15/08/2017). Kunjungan ke Desa Kurau merupakan salah satu dari agenda Mahasisawa AIESEC selama setidaknya 40 hari di Babel.  Dalam kunjungan ini, mereka diajak melihat beberapa konsep pengelolaan hutan Mangrove, mulai dari ikut dalam penanaman Mangrove hingga pelepasan kepiting betina.

Hutan Mangrove Desa Kurau adalah ke 2 terbaik  di Indonesia dengan 80 jenis  mangrove berbeda  yang sejak tahun 2005 dikelola oleh Yasir, salah seorang warga. Melalui rekomendasi dari Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah yang diteruskan oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kepada Kementerian Pertanian dengan Surat Keputusan atas pengelolaannya telah diberikan sejak tahun 2015.

“Total legalitas yang diberikan oleh Kementerian Pertanian adalah 213 hektar.” Ungkap Yasir saat diwawancarai . Dikatakan Yasir, sejak tahun 2005, lahan telah direklamasi sebanyak 60 Hektar, setelah SK Kementerian Pertanian tahun 2015, barulah Lahan sebanyak 213 hektar tersebut dikelola secara swadaya dengan 3 (tiga) konsep, diantaranya pengelolaan Hutan Mangrove, konservasi hingga ekowisata.

Dijelaskan Yasir bahwa konservasi ini diantaranya Flora dan Fauna, seperti Kepiting Bakau, Udang Vaname dengan system tambak parit dan Pohon Mangrove ditengah tambak, selain itu juga Tambak ikan Nila sebagai penyeimbang makanan di Tambak Kepiting. “Selain kita menjaga hutan, juga menimbulkan nilai ekonomis melalui konservasi dan ekowisata juga ikut berjalan.” Ungkapnya.

Dengan kunjungan AIESEC ke Hutan Mangrove ini, Yasir berharap minimal mereka dapat melihat bahwa selain mengenal Babel dengan tambang dan kerusakan alamnya, Babel masih memilik hutan Mangrove yang bagus, mereka juga dapat mengenal mangrove dan pengembangannya.

“Tahun ini, Kabupaten Bangka Tengah membantu pengembangan Pariwisata disini.” Ungkap Ibnu Saleh, Bupati Kabupaten Bangka Tengah ini saat diwawancarai di lokasi kunjungan Hutan Mangrove.

Ibnu Saleh juga berharap nantinya mereka menyebarkan informasi bahwa di Pulau Bangka khususnya Bangka Tengah memiliki tempat mencari ilmu tentang Lingkungan baik tanamannya maupun hewannya.

“Dengan mereka datang kesini, tentunya Mahasiswa AIESEC ini juga menjadi media promosi Pariwisata kita.” Harapnya.

Penulis : nonadp
Sumber : Dinas Kominfo
Editor :
Fotografer : nonadp
Dibaca : 275 Kali