Melati Erzaldi Bilang, Perlu Mengenalkan Kearifan Lokal Tenun Cual ke Generasi Muda
MUNTOK, BANGKA BARAT -- Ini salah satu trik dilakukan untuk mengenalkan kearifan lokal tenun cual ke generasi muda. Caranya, libatkan secara langsung generasi muda dalam pelatihan dan workshop pembuatan cual. Tentunya hal ini tak mudah, namun jika dilakukan secara kontinyu maka terjaga kelestarian membuat tenun cual khas Bangka Belitung.
Melati Erzaldi Ketua Dekranasda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan, generasi muda dikenalkan dengan alat tenun bukan mesin (ATBM). Pelatihan dimulai dari daerah Muntok, karena cual sejarahnya dulu dikenal dengan sebutan Limar Muntok. Daerah Kabupaten Bangka Barat merupakan awal berkembangnya tenun cual.
"Kendati demikian, cual bukan hanya milik Kabupaten Bangka Barat. Tenun cual tetap dikembangkan ke kabupaten kota lain. Namun pertama, kita mulai dari Muntok," kata Melati Erzaldi saat berkunjung ke rumah Magdalena Pengrajin Cual Muntok, Selasa (23/10/2018).
Cual khas Bangka Belitung harus tetap lestari. Melati Erzaldi mengakui, belakangan ini jumlah pengrajin cual sudah mulai sedikit. Hal ini berdampak jumlah produk cual juga menjadi berkurang. Untuk itu, dengan adanya pelatihan dapat memunculkan kader-kader baru pengrajin tenun cual.
"Kita harap muncul kader baru dari kalangan generasi muda. Sehingga tenun cual ini tidak punah," harap Melati Erzaldi. Saat berada di lokasi pengrajin tenun, Melati Erzaldi sempat memberikan semangat kepada generasi muda yang sedang mengerjakan pembuatan tenun cual.
Pernyataan serupa disampaikan Konsultan Pengembangan UMKM dari Bank Indonesia Wili. Menurutnya, melalui pelatihan pewarnaan dan pembuatan cual ini dapat mendorong pengembangan industri cual khas Bangka Belitung. Sehingga produk cual menjadi berkembang.
"Bank Indonesia memberikan support kepada pemerintah daerah untuk melakukan pembinaan pengrajin. Kerja sama juga dilakukan dengan dekranasda provinsi maupun kabupaten kota," jelasnya.