Meningkatkan Daya Saing Pasar Lada, Gubernur Jalankan Penguatan Strategi Hilir
BOGOR – Penguatan strategi hilir menjadi salah satu kebijakan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman meningkatkan daya saing lada Bangka Belitung di pasaran internasional. Sejumlah strategi tersebut dipaparkan saat menyampaikan kuliah umum di Institute Pertanian Bogor, Kamis (15/2/2018).
“Kita melakukan pembentukan lada centre, melaksanakan sistem resi gudang syariah, membentuk koperasi lada berkah serta menciptakan hilirisasi produk lada,” kata Gubernur di hadapan sejumlah mahasiswa.
Sedangkan tiga strategi hilir lainnya yakni, menciptakan produk-produk makanan, minuman hingga kerajinan dengan menggunakan bahan baku lada. Sementara ini sudah ada produk kopi lada, kerajinan dari tangkai lada, lada tepung, lada hijau kering, balsam lada, minyak lada dan oleoresin.
Agar mendapatkan harga lada yang baik, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus berupaya membuka jaringan pemeasan lada langsung dengan end user. Sementara di tingkat lokal hingga nasional dengan cara membuat workshop, seminar, pameran dan pasar lelang lada.
Mengenai pembentukan lada centre, sekarang sudah dilakukan pemetaan daerah mana saja di Bangka Belitung yang mempunyai potensi produksi lada paling banyak. Langkah ini untuk lebih memudahkan pemerintah mengambil kebijakan terhadap daerah-daerah tersebut.
Pembentukan lada centre ini juga berguna bagi kemajuan program resi gudang syariah. Pasalnya setelah mengetahui daerah penghasil lada terbanyak, pembangunan gudang di daerah tersebut menjadi salah satu prioritas daerah.
Gubernur juga menjalankan strategi peningkatan daya saing lada sub sistem agribisnis penunjang. Pelaksanaan strategi ini dengan melakukan sinkronisasi dan sinergi antar organisasi perangkat daerah (OPD), kabupaten/kota, pusat dan stateholder terkait.
Realisasi di lapangan, jelas Gubernur, memaksimalkan peran penyuluh dalam membina petani dan sosialisasi resi gudang syariah. Sosialisasi ini perlu, sehingga petani lada mengerti bagaimana pola dan sistem yang digunakan dalam program resi gudang tersebut.
“Kita juga berupaya membranding wisata lada, membuat perda Rencana Pembangunan Industri Provinsi (RPIP). Lada menjadi salah satu komoditi unggulan dalam perda tersebut. Tak kalah penting meningkatkan SDM petani dan pelaku usaha lada sesuai pelatihan/magang/ dan membentuk sekolah pertanian,” jelas Erzaldi.