Pelajar Babel Bangga Punya Gubernur Peduli Teknologi, Tegar: Terimakasih Pak Gubernur
PANGKALPINANG -- Di era teknologi digital saat ini, maka tantangan masa depan para pelajar dan mahasiswa makin dinamis dan fleksibel. Baik sistem belajar, bekerja maupun beraktivitas sehari-hari terus berubah. Hal ini memerlukan pemahaman lebih dini dari para pelajar dan mahasiswa.
Begitulah yang dirasakan para pelajar dan mahasiswa yang mengikuti Seminar Go Digitalisasi bersama Menkominfo RI Rudiantara dan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman, di Ballroom Gale-Gale, Selasa (6/3/2018).
Salah satu pelajar yang merasakan manfaat dari seminar Go Digitalisasi ini adalah Tegar Aditya Lesmana, siswa Kelas X SMK Negeri 3 Pangkalpinang. Tegar mengaku sangat senang mengikuti kegiatan seminar Go Digitalisasi. Melalui seminar ini, Tegar mengetahui banyak dunia digital, yang saat ini sudah tidak bisa dipisahkan lagi dalam kehidupan pelajar.
Menurut Tegar, dengan mengikuti seminar maka para pelajar dan mahasiswa dapat pengetahuan dan wawasan tentang IPTEK khususnya yang berkaitan dengan era digitalisasi.
"Tentu saja kami sangat berterima kasih adanya seminar seperti ini. Ini membuka wawasan kami agar dapat memanfaatkan teknologi informasi secara bijak," ujar Tegar yang tinggal di Gang Salam Kacangpedang ini.
Tegar juga merasa bangga Babel memiliki Gubernur yang sangat peduli terhadap teknologi informasi, termasuk penggunaan teknologi informasi bagi kalangan pelajar dan mahasiswa.
"Terimakasih pak Gubernur, yang telah mengundang kami ikut seminar ini. Sangat membantu kami membuka wawasan teknologi digital," ucap Tegar.
Dalam seminar ini, tersirat adanya harapan Menkominfo RI dan Gubernur Babel kepada pelajar dan mahasiswa untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi persaingan lapangan kerja mendatang. Selain itu juga memiliki pemahaman tentang hubungan industrial, agar mampu bersaing dalam pasar kerja.
Para pelajar dan mahasiswa diminta harus memahami munculnya jenis pekerjaan baru berbasis teknologi, pasar kerja yang kian kompetitif, juga tantangan kerja yang dinamis dan fleksibel. Dengan demikian, kelak saat memasuki dunia kerja, sudah siap bersaiang secara global.
Apalagi saat ini Indonesia telah memasuki perdagangan bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN, serta menyambut bonus demografi, dimana jumlah penduduk usia produktif lebih dominan dari penduduk tidak produktif. Dua hal tersebut menjadikan persaingan kerja makin kompetitif. Hal ini harus dipahami sejak dini, sehingga kelak saat memasuki dunia kerja tidak kaget dan tidak kalah saing.