Pemerintah Pusat Dukung Geopark di Belitung dan Belitung Timur
MANGGAR – Kementerian Desa, Pembangun Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI akan mengalokasi dana hingga Rp 1 milIar lebih untuk memberikan pelatihan dan pengembangan Badan Usaha Milik Desa serta produk unggulan di Kabupaten Belitung dan Belitung Timur. Namun anggaran pengembangan tersebut hanya diberikan bagi desa-desa yang berada di geosite Geopark.
itu diungkapkan Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Badan Penelitian, Pengembangan, Pendidikan, Pelatihan dan Informasi (Balilatfo), Leroy Samy Uguy, seusai melakukan peninjauan geosite dan BUMDes di Kabupaten Beltim, Jumat (16/3) Malam. Leroy melakukan peninjauan bersama dengan 15 orang pejabat dan staf Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi RI.
“Adanya ide-ide geopark di desa itu kita sambut baik. Dengan catatan desa-desa di sekitar geosite kita suport untuk bisa maju, dari tertinggal menjadi berkembang, dan dari berkembang menjadi maju,” kata Leroy saat makan malam di Pantai Serdang Manggar.
Puslitbang Balilatfo akan memberikan pelatihan bagi masyarakat, menyiapkan BUMDes dan meningkatkan produk-produk komoditas unggulan di sekitar geosite. Produk-produk unggulan diantaranya perkebunan lada, kopi pesisir dan tanaman khas lainnya.
“Kita ingin suport bersama-sama, sekaligus nanti di sana ada penelitiannya dan ada pelatihan masyarakat. Kemudian ada pendampingannya baik dari kementerian maupun pendamping desa,” ujar Leroy.
Selanjutnya Kementerian Desa akan menurunkan tim untuk menyiapkan pelatihan tersebut. Direncanakan kegiatan akan berjalan pada April atau Mei 2018 mendatang akan segera berjalan, inikan kita baru kick off-nya dulu ceritanya, penjajakan, servey awal. Setelah ini, bulan depan akan ada tim bersama-sama untuk menyiapkan pelatihan khusus untuk BUMDesnya yang terutama,” terangnya.
Tahap awal akan dialokasikan anggaran pelatihan Rp 500 – 600 juta untuk pelatihan masyarakat, teknik produksi dan pemanfaatan teknologi yang dimiliki Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi. Balai Pelatihan di Jakarta dan Bengkulu juga akan dilibatkan.
“Awalnya kita siapkan Rp 500 hingga 600 juta dulu, baru nanti kita tambah hingga Rp 1 miliar lebih. Ini untuk pelatihan di desa-desa yang ada di Kabupaten Beltim dan Belitung,” ungkap Leroy.
Sementara itu, Sekretaris Badan Penelitian, Pengembangan, Pendidikan, Pelatihan dan Informasi (Balilatfo) Kementerian Desa, Jajang Abdullah menilai peran BUMDes yang ada di Kabupaten Beltim dan Belitung masih rendah. Bahkan dari hasil peninjauannya ke lapangan, masih banyak desa-desa yang belum memiliki BUMDes.
“Peran pengusahaan dari masyarakat atau apa yang kita sebut sebagai BUMDes masih kurang, perlu ditingkatkan. Banyak yang belum ada malah, baru kelompok-kelompok masyarakat saja,” ungkap Jajang.
Jajang melihat banyak BUMDes yang baru sekedar papan nama. Namun ada juga BUMdes yang sudah merintis usaha, bahkan ada yang sudah punya omset.
"Kita buatkan kluster, petakan dulu biar nanti pelatihannya tidak mubazir. Terus juga karena ada dua Kabupaten ini yang menentukan perlunya kita ke lokasi dan cari pelatihan yang tepat,” kata Jajang.
Namun satu sisi, Jajang menilai antusias masyarakat desa sangat tinggi untuk meningkatkan perekonomian dan mendukung pembangunan Geopark. Untuk itu ia optimis realisasi pelatihan akan segera terlaksana.