Pemprov Babel Akan Gelar Event Wisata Setiap Bulan

Manggar, Beltim Kunjungan wisatawan ke Provinsi Kepulauan Bangka-Belitung dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Diharapkan pada tahun 2018 ini, kunjungan turis baik lokal maupun mancanegara akan kian meningkat. Jika pada tahun 2016, kunjungan wisatawan mencapai 347.619 orang, sedangkan di tahun 2017 lalu wisatawan yang datang sebanyak 431.131. Ini artinya kunjungan wisatawan ke Provinsi Babel meningkat sebesar 24,02 persen.

“Kita berharap di Tahun 2018 ini jumlah kunjungan wisatawan perlu dipertahankan dan bahkan perlu ditingkatkan lagi,” ujar Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Haryoso di Pantai Nyiur Malambai Desa Lalang Kecamatan Manggar, Jum’at (10/8) Malam saat acara Pembukaan Pelangi Travel Mart V.

Untuk mempertahankan dan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan memperbanyak destinasi wisata baru dan agenda wisata di seluruh Kabupaten/Kota.

“Mulai tahun 2019 mendatang, kita akan mengkoordinir agenda wisata yang ada. Selain itu juga Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung setiap bulannya akan mengadakan even di seluruh Kabupaten dan Kota,” ungkap Haryoso.

Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung juga akan terus melakukan promosi wisata di seluruh Kabupaten/Kota. Diantaranya, melalui pameran, launching sekaligus press confrance dengan mengundang berbagai perwakilian media massa dalam dan luar negeri untuk menyampaikan informasi-informasi pariwisata.

“Salah satunya melalui Pelangi Travel Mart ini diharapkan dapat memberikan andil besar dalam meningkatkan kunjungan wisatawan ke Provinsi Bangka Belitung. Untuk itu saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas terlaksananya event ini,” kata Yoso.            

Selain itu pula, untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung juga akan mengembangkan dua Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata di Sungai Liat Kabupaten Bangka dan Tanjung Gunung Bangka Tengah.

“Untuk itu diperlukan dukungan dari berbagai pihak, terutama masyarakat, pelaku pariwisata, dan seniman. Semunya harus bangkit dan membangun daerahnya melalui sektor pariwisata yang di dalamnya terdapat kolaborasi beberapa kegiatan yang bersifat seni budaya, olah raga dan pariwisata serta hiburan,” tukas Haryoso.   

Efek pengembangan pariwisata di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung khususnya Pulau Belitung rupanya sudah tersohor hingga ke Negara Malaysia. Panorama pantai yang khas, rasa masakan, dan keramahan masyarakat Belitung, membuat banyak wisatawan asal Negeri Jiran tersebut ingin berkunjung ke Belitung.

Hal itu diungkapkan oleh salah seorang Agen Perjalanan Wisata asal Malaysia, Hamsia. Pemilik Manasel Travel Agent itu menyatakan jika kliennya sudah banyak yang bertanya tentang Pulau Belitung. “Yah sebab kat Malaysie dah ramai orang mulai tanye bahase Belitung. Sudah mulai betanye, nak tau tentang Belitung,” ungkap Hamsia saat Malam Pembukaan Pelangi Travel Mart V di Kabupaten Beltim, Jum’at (10/8) Malam.

Hamsia bersama dengan dua rekan dari agen perjalanan wisata asal Malaysia lainnya, sengaja ikut Pelangi Travel Mart V untuk menjajaki peluang wisata dan melihat kondisi objek wisata yang ada di Pulau Belitung. “Jadi sebelum jual, kami kena tau semualah produk seperti ape. Jadi saye perlu feel, kat sini tuh ape feelnye baru saye bisa juallah,” kata Hamsia.

Pemilik travel yang sudah lima tahun berkecimpung dunia pariwisata itu menekankan, untuk menarik wisatawan asal Malaysia, jangan hanya mengandalkan pada keindahan panorama pantai semata. Namun faktor budaya dan adat istiadat masyarakat juga harus ditonjolkan. “Bagi saye, kekalkan budaye lah. Jangan nanti after 5 tahun kite dah tak nampak. Orang berwisate, orang datang ke tempat tu karene budaye die,” ujar Hamsia.

Selain itu, yang tak kalah penting menurut Hamsia pemerintah, masyarakat dan pelaku wisata harus mengembangkan industri kreatif, khususnya untuk menciptakan makanan, serta oleh-oleh yang punya ciri khas dan pusat perbelanjaan produk wisata. Hal ini mengingat wisatawan Malaysia sangat suka berbelanja.

“Banyak orang Malaysia tu suka shopping. Sayangnye kat sini saye kurang nampak untuk tempat shopping la,” sesal Hamsia.

Penulis : Fauzy Akbar (Diskominfo Kabupaten Beltim)
Sumber : Dinas Kominfo
Editor :
Fotografer : Azy (Diskominfo Kabupaten Beltim)
Dibaca : 171 Kali