Peran Aktif UMKM Kep. Babel Bantu Pemerintah Sejahterakan Masyarakat

PANGKALPINANG – Melihat dari peran aktif dan keberadaan perkembangan sektor usaha UMKM dan koperasi yang ada khususnya di Kep. Babel, Pemprov. Kep. Babel berharap daya saing usaha dari sektor UMKM dan koperasi dapat terus berkembang ditandai dengan kemampuannya dalam menembus pasar regional maupun tingkat nasional.

Dari data yang ada, jumlah UMKM yang ada di Kep. Babel sekitar 33.507 unit , sementara koperasi hanya berjumlah 654 unit dengan asumsi berarti setiap satu kabupaten/kota ada sekitar lima ribuan usaha UKM. Dengan melihat pada jumlah sektor usaha tersebut, maka diharapkan harusnya sudah bisa berkiprah di tingkat regional maupun nasional.

Hal itu dikemukakan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kep. Bangka Belitung, Naziarto pada pembukaan kegiatan penyusunan road map pengembangan koperasi dan UMKM ekspor tahun 2020 -2024 yang diselenggarakan oleh Kementerian Koperasi dan UKM RI, hari ini, Kamis (12/02) di Hotel Pia Pangkalpinang yang diikuti oleh perwakilan dari pelaku usaha kecil dan menengah di Kep. Babel.

Pentingnya peran aktif dari sektor UMKM dan koperasi ini tidak terlepas dari fakta yang ada bahwa keberadaaan sektor UMKM dan koperasi  telah membantu pemerintah dalam hal penyerapan dan membuka lapangan kerja baru. Sektor UMKM dan koperasi ini juga membantu dalam meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat.

“Jika satu UMKM saja yang ada itu beranggotakan misalkan 15 s.d 20 orang, maka diasumsikan telah mampu menyerap kurang lebih 5.000 KK (red: kepala keluarga) dan  sebagaimana diketahui bahwa tujuan pokok dari UMKM dan koperasi ini adalah untuk menyejahterahkan dan meningkatkan taraf hidup  masyarakat. Untuk itu keberadaan  koperasi selaku soko guru ekonomi dan UMKM sebagai sektor usaha ekonomi di masyarakat harus berperan aktif, sangat dibutuhkan,” ungkap Sekda Naziarto.

Namun, Sekda Naziarto menyebutkan bahwa untuk menjaga eksistensi dan mengembangkan  kiprah dari sektor UMKM dan koperasi diakui bukanlah perkara mudah, banyak faktor yang harus selalu diikuti perkembangannya dalam dalam upaya membantu pengembangan usaha UMKM dan koperasi.

Terdapat beberapa indikator penting dalam mendukung peningkatan kiprah sektor UMKM dan koperasi yang terus mendapatkan perhatian pemerintah.

Indikator elemen daya saing usaha atau jaringan pasar, permodalan serta fleksibilitas usaha merupakan beberapa elemen penting dalam mendukung perkembangan kiprah UMKM dan koperasi yang terus dipantau pemerintah dalam menjaga eksistensi dari sektor usaha UMKM dan koperasi di tengah-tengah masyarakat.

Menurutnya untuk mengembangkan sektor UMKM dan koperasi di daerah, sejumlah dukungan dan sejumlah peluang dapat dimanfaatkan oleh para pelaku UMKM dan koperasi. Dukungan infrastruktur sarana dan prasarana yang telah ada, serta kondisi geografis wilayahb Kep. Babel yang dekat dengan pusat-pusat kota besar, merupakan peluang yang dapat dimanfaatkan oleh para pelaku UMKM dan koperasi untuk meningkatkan jaringan pasar.

Pada kesempatan tersebut, Sekda Naziarto juga menyinggung mengenai harapan pemerintah terkait kemandirian pembiayaan sektor UMKM dan koperasi. Kerja sama kemitraan dengan perbankan maupun dengan jalan konsorsium dapat dilakukan oleh para pelaku UMKM dan koperasi yang ada di daerah.

“Kami (red: pemerintah) menginginkan bagaimana pelaku-pelaku UMKM dan koperasi ini bisa bermitra dengan pihak perbankan maupun bermitra dengan pengusaha-pengusaha di luar dari daerah, maupun menjalin kerja sama dengan pihak pengusaha lainnya, karena untuk permodalan tidak bisa hanya mengandalkan dari pemerintah saja, namun bagaimana juga perlu membangun kemandirian usaha khususnya terkait permodalan melalui kerja sama dengan pihak perbankan maupun konsorsium dapat dilakukan guna membantu Bapak/Ibu (red:pelaku usaha UMKM dan koperasi) dapat mengembangkan usahanya," ungkapnya.

Penulis : Stevani
Sumber : Dinas Kominfo
Editor : Listya
Fotografer : Umar
Dibaca : 265 Kali