Rakornas PPPA 2018 Ditutup Oleh Sekretaris Kementerian PPPA
BANGKA TENGAH - Pada Jumat (2/3) malam, Rapat Koordinasi Nasional Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Rakornas PPPA) secara resmi berakhir. Dan Rakornas PPPA tersebut ditutup secara resmi oleh Sekretaris Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, bertempat di Hotel Novotel Pangkalpinang.
Hadir pada penutupan peserta tersebut adalah Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, H. Abdul Fatah, Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Yan Megawandi serta Kepala OPD di lingkunga Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Selama Rakornas berlangsung, para peserta berhasil merumuskan komitmen yang dinamakan dengan Komitmen Wangka Beliton. Adapun isi komitmen tersebut adalah mempercepat penguatan kelembagaan PPPA, meningkatkan pelayanan perlindungan perempuan dan anak melalui pengembangan inovasi berbasis kearifan lokal (satu dinas, satu inovasi), menerapkan kebijakan PPPA pada tingkat desa, serta memperkuat jejaring dengan peningkatan mobilisasi potensi lembaga masyarakat dalam penanggulangan masalah PPPA.
"Komitmen Wangka Biliton yang dihasilkan adalah untuk mempercepat penguatan kelembagaan pemberdayaan dan perlindungan bagi perempuan dan anak", ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Yan Megawandi mengatakan, semoga kehadiran dari para peserta Rakornas PPPA dapat memberi barokah dan kemanfaatan bagi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
"Saya berharap kesepakatan yang telah diambil dapat dikawal bersama-sama dalam membangun pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Dalam perlindungan anak, kita tidak saja melihat bagaimana memproteksi anak saja, melainkan juga mengembangkan kapasitas anak itu sendiri," kata Sekda Babel.
Dalam melaksanakan komitmen tersebut, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Kependudukan Pencatatan Sipil dan Pengendalian Penduduk akan menindaklanjutinya, salah satunya adalah Program Maghrib Mengaji yang sedang digalakkan oleh Gubernur.