Sekda Babel Yan Megawandi Pimpin Rapat Darurat Penanggulangan Bencana Banjir Kabupaten Bangka Barat
PANGKALPINANG – Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Yan Megawandi pada Minggu, 29 Januari 2017 pada jam 08.00 WIB, memimpin rapat darurat penanggulangan bencana banjir Kabupaten Bangka Barat di Ruang Rapat Kantor Gubernur. Rapat tersebut dihadiri pula oleh Asisten Sekda, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman, Dinas Kominfo, Kepala Biro humas dan Protokol, Kepala Biro Umum dan Perlengkapan, Kepala BPBD beserta pejabat pemerintah provinsi lainnya.
Mengawali rapat tersebut Yan Megawandi menyatakan bahwa rapat pagi ini diadakan karena Plt Gubernur minta diupdate tentang situasi mutakhir yang terjadi di Kabupaten Bangka Barat. “Ini bukan lagi soal urusan kewenangan, yang penting itu kita hadir di soal-soal seperti ini, supaya masyarakat dan pemerintah lainnya merasa ada kita, ada pemerintah pusat ada pemerintah provinsi ketika mereka kesulitan. Itu bagian yang paling penting” tegasnya.
Yan Megawandi pun memaparkan gambaran umum bahwa sekarang jalan APBN yang menghubungkan Pangkalpinang dan Muntok itu putus di dua titik, sebelum desa mayang putus dan setelah desa mayang putus, sehingga kondisi desa mayang perlu dipikirkan bagaimana aksesnya keluar.
“Jalan alternatif ada 2 sebenarnya yang pertama lewat jalan rintis lewat kebun sawit itu, kemudian satu lagi lewat Belo, nah yang lewat belo ternyata jembatannya putus bermasalah, dan yang jalan rintis itu juga karena terlalu banyak kendaraan termasuk yang ukuran berat kesana itu juga macet, semalam itu dilaporkan terganggu juga”, tambah Yan Megawandi.
Rusman dari BBJN V Palembang menyatakan bahwa Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Wilayah I Bangka Belitung sudah kelapangan dan adapun permasalahan yang ada dilapangan ada 2 jembatan yang tidak bisa dilalui.
“Pertama, jembatan air mayang yang kerusakannya berupa operate yang tergerus sekitar 20 meter, dan akan ditangani dengan perkuatan untuk menahan akan ditimbun, mereka punya program untuk ditimbun sepanjang 20 meter agar segera bisa dilewati, mungkin akan butuh waktu beberapa hari untuk operate nya”, ucapnya.
“Dan kedua, yaitu jembatan Airbara yang kerusakannya bentang semula sekitar 12 meter, karena ada gerusan air, bentang sungai tersebut melebar lebih kurang jadi 30 meter. Hal ini sudah dikoordinasi ke Balai Palembang akan mengirim jembatan bailey dengan bentang 30 meter, InsyaAllah besok atau Senin, jembatan tersebut sudah dikirim dari Palembang ke Muntok, kebetulan kalo dari Muntok bisa langsung ke lokasi Jembatan Air Bara, namun untuk waktu belum bisa prediksi berapa lama itu bisa dilalui lagi atau berfungsi sementara, namun akan berupaya secepat mungkin”, tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Yan Megawandi berpendapat “untuk penarikan jembatan bailey dari Palembang, Saya kira ini yang harus kita update segera, karena pulihnya jalur ekonomi Pangkalpinang-Muntok itu sangat bergantung pada 2 jembatan di Air Bara dan Air Mayang itu”, ungkapnya.
Asisten III Sekda Tajudin, menyatakan “Yang perlu perhatian juga adalah daerah PAM Terabik kondisinya juga perlu diantisipasi dan juga ada beberapa jembatan yang rawan roboh, sehingga pembatasan kendaraan menjadi sangat penting”, ujarnya.
Terkait salah satu jalur alternatif, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Noviar Ishak memaparkan, bahwa jalur alternatif ke Muntok dapat melalui Desa Pelangas-Kundi-Sukal-BeloLaut terus menuju Muntok, namun terdapat kerusakan jembatan di Dusun III Belo Laut.
Solusinya, Sekretaris Daerah mengusulkan agar Kepala BPBD Provinsi Babel Najamuddin, memasang jembatan bailey 15 Meter yang ada di BPBD Provinsi untuk dipasang di Belo Laut setelah mendapat konfirmasi via telepon dari Sekda Bangka Barat. Sebelumnya direncanakan Di Belo Laut akan dipasang Jembatan dari pohon kelapa. “karena kalo dipasang kelapa, 4 jam sudah selesai”, menurut Najamuddin. Hal tersebut pun akhirnya disetujui oleh Najamuddin.
Perihal kemacetan di jalur rintis, Sekretaris Daerah memerintahkan kepada Kasat PolPP Provinsi Bangka Belitung, untuk melakukan pembatasan kendaraan, hanya kendaraan-kendaraan tertentu saja yang tonasenya tidak terlalu berat dan yang membawa sembako, BBM dan gas saja yang boleh lewat.
Setelah rapat berakhir pada pukul 09.05 WIB, Sekretaris Daerah mengajak beberapa Kepala SKPD terkait untuk bersama-sama turun kelapangan, meninjau langsung lokasi banjir dan kerusakan jembatan di Kabupaten Bangka Barat.