Sekjen PBSI Bertemu Gubernur Bahas Turnamen Bulutangkis Grandprix 2018

PANGKALPINANG-- – Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Suharto menyatakan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mendukung rencana Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) yang akan menunjuk Provinsi Bangka Belitung sebagai tuan rumah olahraga bulutangkis Grand Prix 2018. Hal tersebut disampaikan Suharto usai mendampingi Gubernur Kepulauan Bangka Belitung ketika bertemu dengan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBSI Achmad Budihartono padaSelasa (20/2). 

“Dalam pertemuan tersebut Gubernur  Erzaldi sangat mendukung sekali atas rencana pihak PBSI yang berencana menunjuk Bangka Belitung sebagai tempat penyelenggaraan turnamen bulutangkis Grand Prix 2018 pada bulan September nanti,” ungkap Suharto.

Dukungan terkait kesiapan fasilitas venue gelanggang olah raga (GOR) Sahabudin yang akan menjadi tempat pertandingan merupakan point yang dibahas dalam pertemuan antara Gubernur Erzaldi Rosman dengan Sekjen PBSI.

“Tim PBSI sudah melakukan pemantauan dan memaparkan kepada gubernur tentang persiapan yang diperlukan di venue pertandingan tesrbut. Setelah mendengarkan penjelasan hasil pemantauan tim PBSI, gubernur menginstruksikan kepada Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk mempersiapkan segala sesuatu guna mendukung pelaksanaan even ini,” ungkap Suharto.

Sekjen PBSI, Ahmad Budihartono menyampaikan bahwa dalam pertandingan bulutangkis berskala internasional harus memenuhi kriteria lapangan standar internasional seperti pendaran lampu, AC, kondisi lantai dan fasilitas pendukung lainnya.

“PBSI sudah memaparkan kebutuhan dan persyaratan yang perlu dipenuhi untuk pelaksanaan turnamen skala internasional, seperti kondisi lantai pada venue GOR termasuk kondisi gedungnya terkait sirkulasi, tidak boleh ada yang bocor, kemudian juga pencahayaan lampu di dalam GOR,” jelas Ahmad Budihartono.

Penulis : Stevani
Sumber : Dinas Kominfo
Editor : Irwanto
Fotografer : Stevani
Dibaca : 141 Kali