Sekolah Perempuan Wadah Pemberdayaan Perempuan Bangka Belitung
BELITUNG - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman, bersama Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Babel, Yanuar, dan Kepala DP3CSKB Babel, Susanti, memimpin Rapat Pemberdayaan Ekonomi Perempuan dan Sekolah Perempuan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, di Hotel Santika Beach Resort, Belitung.
Dalam laporannya, Kepala DP3CSKB Babel, Susanti, memaparkan Persiapan Pembentukan Sekolah Perempuan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Ia mengatakan bahwa sekolah perempuan ini bertujuan untuk menciptakan perempuan yang mandiri dan terlatih melalui jalur informal serta meningkatkan perekonomian keluarga yang berpengaruh pada Ekonomi Masyarakat, dengan empat pilar yaitu, Ekonomi, Percaya Diri, Entrepreneurship dan Terlatih.
Sekolah ini untuk perempuan dengan usia produktif, memiliki usaha perorangan maupun kelompok, dan memiliki komitmen untuk maju.
Dalam sambutannya saat memimpin Rapat, Gubernur Erzaldi Rosman mengatakan, sekolah perempuan ini memiliki latar belakang bahwa perempuan-perempuan di Bangka Belitung sebenarnya memiliki potensi untuk maju, tetapi karena suatu hal, membuat keinginan untuk maju dan berkembang ini pupus. Hal ini yang menjadi inspirasi Ketua TP PKK Babel, Melati Erzaldi, untuk membuat sebuah wadah bagi para perempuan-perempuan di Bangka Belitung. Di dalam pertemuan-pertemuan tersebut, ada pelatihan-pelatihan yang terkait dengan pemberdayaan perempuan untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan keluarga. Sekolah ini juga bekerja sama dengan Organisasi UN Woman dan Perangkat Daerah di Lingkup Pemprov Babel melalui modul-modul pengajarannya.
Menurut Gubernur Erzaldi Rosman, pihaknya akan sangat terbantu dengan keberadaan sekolah ini. Terlebih dalam perjalanannya nanti, sekolah ini menggandeng Program Pencegahan Stunting. Oleh karena itu, Pemerintah Bangka Belitung sangat mendukung rencana ini.
Sementara itu, inisiator dan pencetus Sekolah Perempuan Bangka Belitung yang merupakan Ketua TP PKK Babel, Melati Erzaldi, menyampaikan pada awalnya melihat ibu-ibu atau perempuan yang notabene adalah tokoh utama dalam keluarga, yang saat waktu luang hanya berkumpul begitu- begitu saja di rumahnya. Sangat disayangkan jika pertemuan itu tidak menghasilkan apa-apa. Oleh sebab itu, dirinya mempunyai ide agar pertemuan antar ibu-ibu itu diisi dengan hal-hal yang positif. Hal ini sejalan dengan United Nations (UN) Woman yang juga memiliki program untuk mengajak dan meningkatkan pemberdayaan perempuan. Perempuan yang kuat secara ekonomi, dapat membantu manajemen keluarga, termasuk dapat mempersiapkan sendiri asupan makanan untuk keluarga yang lebih baik. Sehingga, pada akhirnya nanti terwujud keluarga yang sejahtera.
Pada tahap awal nanti, serta sebagai percontohan, sekolah perempuan ini akan diadakan di dua daerah yaitu Desa Rukam dan Desa Jelutung II.
Kegiatan rapat ini diikuti oleh kepala dinas dan jajaran yang masuk dalam susunan tim perencanaan pendirian sekolah perempuan.