SNP Ciptakan Generasi Cerdas dan Bermartabat

Pangkalpinang – Peningkatan kualitas pendidikan menjadi bagian penting dan tak terpisahkan dari upaya menyiapkan generasi cerdas kompetitif dan berkarakter. Standar Nasional Pendidikan (SNP) menjadi salah satu bentuk peningkatan kualitas pendidikan dan dapat menjadi dasar perencanaan, pelaksanaan serta pengawasan pendidikan.

Demikian dikatakan Soleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saat acara Festival Ekspresi Sekolah Rujukan Pemenuhan Standard Nasional Pendidikan (SNP) SMAN 3 Pangkalpinang, Senin (24/10/2016). “SNP diharapkan dapat mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk watak serta peradaban bangsa bermartabat,” harapnya.

SNP bermuara terwujudnya siswa berkarakter kuat dan kokoh dalam menghadapi tantangan zaman. Ia menambahkan, kompetisi di era keterbukaan terjadi di berbagai aspek kehidupan. Untuk itu, penerapan SNP diharapkan dapat disempurnakan secara terencana, terarah dan berkelanjutan sesuai tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional dan global.

Pemerintah provinsi melalui Dinas Pendidikan terus menggali dan mengembangkan pendidikan dengan senantiasa meningkatkan kualitas dan aksesbilitas pendidikan. Menurut Soleh, pemerintah memberikan perhatian terhadap peningkatan layanan dan daya saing output pendidikan. Upaya peningkatan mutu pendidikan tidak hanya pada pencapaian kualitas akademik.

Peningkatan mutu pendidikan juga menyangkut aspek non akdemis melalui kegiatan ekstra kurikuler. Sehingga siswa dapat memperoleh pengalaman belajar yang utuh dan sesuai kebutuhan. Kegiatan festival ini tidak hanya berorientasi kejuaraan. Sebab festival ini lebih mengutamakan esensi nilai pendidikan, menjadikan sebagai pengalaman belajar siswa dalam implementasi pendidikan kewirausahaan dan literasi.

"Kegiatan ini momen tepat bagi siswa untuk dapat berkreasi, berinovasi, berprestasi dan berkompetisi secara sehat sekaligus memberikan pengalaman belajar yang baik. Selain itu bermanfaat bagi pengembangan sikap dan kepribadian siswa serta pengembangan kecakapan vokasional siswa di SMA," tuturnya.

Pernyataan senada disampaikan Edison Taher Kepala Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang. Menurutnya, SNP merupakan standard pendidikan yang ditetapkan Kementerian Pendidikan. Sebenarnya, seluruh dinas mempunyai standard dan diawali standar pelayanan minimal. Untuk Dinas Pendidika diikuti SNP dengan delapan standard dan ratusan indikator.

“SMAN 3 dipilih karena sudah memenuhi delapan standar dan menjadi rujukan bagi sekolah lain. Output SNP yakni akreditasi dan SMAN 3 sudah memiliki akreditasi A.  Hanya 50 persen SMA di Kota Pangkalpinang terakreditasi A,sedangkan terakreditasi B sebanyak 40 persen. Untuk SMK sudah 90 persen terakreditasi A," jelas Edison. 

Penulis : Surianto
Sumber : Diskominfo Babel
Editor : Huzari, Adi Tri Saputra
Fotografer : Adi Tri Saputra
Dibaca : 203 Kali