Terkendala Waktu, Pelaksanaan Festival Kemuja Diundur
PANGKALPINANG– Pelaksanaan Festival Kemuja yang sebelumnya disepakati pada 7 hingga 20 November 2018 mendatang, berubah menjadi 10 hingga 22 November 2018. Pasalnya, tanggal 20 November yang bertepatan dengan perayaan Maulud Nabi SAW, didedikasikan masyarakat Desa Kemuja hanya untuk perayaan Maulud Nabi SAW.
Hal ini diungkapkan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bangka, Siti Januarsih saat menghadiri Rapat Lanjutan Persiapan Festival Kemuja, di Ruang Rapat Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Disbudpar Babel), Pangkalpinang, Selasa (24/4/2018).
“Kita sudah susun rangkaian acaranya, seperti berzanzi, shalawat, hingga lomba kereta sorong. Namun tanggal 20 November itu bertepatan dengan Maulud Nabi. Jadi panitianya pun tidak dapat diganggu,” kata Siti.
Windiati, Kepala Bidang Kebudayaan, Disdikbud Bangka juga menyampaikan sejumlah kendala untuk pelaksanaan Festival Kemuja.
“Sebelumnya kan kita sepakat tanggal 7 sampai 20 November. Tapi ternyata tanggal 20 itu Maulud Nabi SAW. Baik panitia atau pun masyarakatnya akan memperingati Maulud Nabi SAW, karena ini salah satu perayaan besar di Desa Kemuja,” katanya.
Windi juga meminta agar Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Bangka dapat membantu terkait dengan jalan.
“Untuk jalan, kami minta agar Dinas PU bisa menyulapnya jadi bersih, rapi, dan indah. Jadi tamu atau masyarakat yang datang merasa nyaman,” ucapnya.
Masih perihal tanggal pelaksanaan, Kepala Badan Permusyawaratan Desa Kemuja juga mengatakan bahwa tanggal pelaksanaan sebaiknya diundur.
“Masalah waktu, tanggal 20 November itu memang ajang silahturahmi Desa Kemuja dan tidak dapat diganggu gugat. Kalau bisa tanggalnya diundur jadi 10 sampai 22 November,” katanya.
Rencananya, lanjutnya, 10 – 18 November 2018 untuk jadwal berbagai lomba, 18 – 20 November 2018 khusus perayaan Maulud Nabi SAW, dan dilanjutkan kembali pada 21 November sebagai persiapan acara puncak yang akan dilangsungkan pada 22 November 2018.
Sementara Kepala Disbudpar Babel yang diwakili Sekretaris, Engkus Kuswenda yang memimpin rapat lanjutan ini mengatakan bahwa Gubernur Kepulauan Bangka Belitung menginginkan adanya peningkatan skala pada Festival Kemuja.
“Tahun ini, Pak Gubernur ingin agar Festival Kemuja yang sebelumnya sedang beranjak menuju tingkat provinsi, dapat berubah menjadi festival berskala internasional,” kata Engkus.
Menurut Engkus, persiapan yang matang sangat dibutuhkan agar pelaksanaan Festival Kemuja dapat berjalan dengan lancar.
“Salah satu penguatannya pada persiapan. Jika persiapannya mantap, maka apa yang kita tampilkan nantinya sesuai dengan essensi dari Festival Kemuja itu sendiri dengan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, yakni syiar agama, budaya, dan pariwisata,” ucapnya.
Selain Bidang Kebudayaan, Disbudpar Babel, rapat lanjutan ini juga mengundang Staf Khusus Gubernur, Disdikbud Bangka, Disparpora Bangka, Dinas PU Bangka, Camat Mendo Barat, Kepala Desa Kemuja, Kepala Badan Permusyawaratan Desa Kemuja, Lembaga Ketahanan Masyarakat Kemuja, Ketua Mesjid Kemuja, dan Tokoh Masyarakat/Agama Desa Kemuja.