Tiga Cerita Historiografi Hikayat Diperlombakan Dalam Seni Pertunjukan Rakyat Tradisional Ini Juaranya.
PANGKALPINANG – Teater Tabah dari Pangkalpinang berhasil meraih juara pertama dalam lomba seni pertunjukan tradisional yang diselenggarakan oleh Dinas komunikasi dan informatika provinsi kep. Bangka Belitung di Hotel Bangka City Pangkalpinang, Kamis (26/09), sementara posisi kedua diraih oleh sanggar seni Akar Rumput dari Kabupaten Bangka dan urutan ketiga diraih oleh grup kesenian Dambus Bunga Tanjung dari Kabupaten Bangka Tengah.
Adapun historiografi yang ditampilkan dalam seni pertunjukan rakyat tradisional Teater Tabah Kota Pangkalpinang adalah mengenai hikayat Bujang Katak. Alkisah hikayat Bujang Katak sendiri mengisahkan mengenai seorang anak yang terlahir dalam rupa seperti seekor katak hingga akhirnya diberi nama oleh sang Ibunda Mak Dayang yaitu Bujang Katak yang mana jatuh hati dengan putri seorang raja.
Namun kisah kasih sang Bujang Katak diceritakan mendapatkan penolakan dari sang raja, dimana untuk mendapatkan sang Putri pun sang raja dikisahkan memberikan persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi oleh Bujang Katak. salah satu persyaratan dari sang raja adalah meminta agar Bujang Katak membangun jembatan emas dari rumahnya hingga ke istana. Persyaratan sang raja pun dikisahkan dapat terpenuhi oleh Bujang Katak dan akhirnya Ia pun hidup bahagia dengan sang putri raja.
Sedangkan teater Akar Rumput dari kabupaten bangka menampilkan Hikayat Putri Zamnah. Hikayat Putri Zamnah sebuah historiografi tradisonal bersifat istana sentris yang bercerita mengenai kisah anak seorang panglima perang negeri cina yang melarikan diri ke Pulau Siantan, Kerajaan Johor Malaysia. Awal mula kisah Putri Zamnah menjadi historigrafi Bangka Belitung dikisahkan saat sang Putri dinikahi oleh seorang pangeran dari Kesultanan Palembang yang bernama Pangeran Kramajaya.
Namun karena pangeran Kramajaya menikah lagi dengan sepupunya yakni Putri Sultan Sri Teruno, maka sang putri Zamnah pun meminta izin kepada pangeran untuk tinggal di Pulau Bangka yang merupakan tempat yang pernah mereka singgahi sebelum kesultanan Palembang. Diceritakan bahwa di Pulau Bangka inilah kemudian Putri Zamnah dikisahkan membangun pemukiman dan fasilitas untuk pengikut-pengikutnya dan masyarakat di Pulau Bangka.
Sedangkan hikayat yang ditampilkan oleh grup seni Bunga Tanjung Kabupaten Bangka Tengah adalah hikayat berjudul Setinggi bawang yang dituangkan dalam sebuah lagu diincak dambus, kedidi. Dimana dalam kisah ini memiliki makna dan pesan agar manusia selalu bersyukur akan nikmat yang diberikan Tuhan dan bersabar saat mendapat cobaan.