UBB Diminta Meneliti Manfaat dan Dampak Pariwisata

Balunijuk – Universitas Bangka Belitung (UBB) diminta meneliti manfaat dan dampak pengembangan sektor pariwisata. Sinergi antar Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan perguruan tinggi diharapkan dapat mempercepat kemajuan pembangunan. Selain itu, kerja sama juga berguna untuk mengatasi kendala dan meningkatkan potensi daerah.

Rustam Effendi Gubernur Kepulauan Bangka Belitung mengatakan, potensi pariwisata yang dimiliki Bangka Belitung sangat besar. Untuk saat ini, sektor pariwisata menjadi unggulan. Demi mempercepat pembangunan sektor pariwisata, diharapkan UBB dapat melakukan penilitian terkait manfaat dan dampak yang diperoleh dari pengembangan sektor pariwisata.

"Silakan UBB teliti apa saja benefit dan impact-nya dan apa saja yang harus terus dioptimalkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hasil penelitian menjadi suplai analisis dan rekomendasi kebijakan bagi pemerintah," ujar Gubernur saat melakukan penandatanganan MoU antara pemprov dengan UBB di ruang rapat Rektorat UBB, Balunijuk, Kabupaten Bangka, Selasa (18/10/2016).

Sejumlah kebijakan publik dipengaruhi gagasaan dan kinerja komunitas akademik. Adapun tantangan dari berbagai sektor berimplikasi pada kebutuhan teknologi berkelanjutan dan meningkatkan produktivitas, stabilitas dan daya saing. Hal ini menuntut untuk terus melakukan inovasi yang berakar dari ilmu pengetahuan dan teknologi.

Menurut Gubernur, sinergi antar pemprov dengan perguruan tinggi dikembangkan dalam upaya mempercepat pembangunan. Kerja sama ini menjadi salah satu jembatan untuk mengatasi kendala dan meningkatkan potensi dalam pengelolan sumber daya manusia. Sebab kendala saat ini dikarenakan keterbatasan SDM aparatur kompeten.

“Dibutuhkan dukungan dari dunia akademik dalam mensuplai analisis rekomendasi kebijakan. Dengan didukung SDM handal, pemerinah provinsi terus memacu diri untuk menjadi provinsi maju dan berwawasan lingkungan. Banyak keberhasilan telah diraih di antaranya, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2015 mencapai 69,05,” jelasnya.

IPM Bangka Belitung, kata Gubernur, terbentuk karena ada indikator angka harapan hidup saat lahir 68,88 tahun, rata-rata lama sekolah 7,46 tahun dan harapan lama sekolah 11,60 tahun. Sedangkan pengeluaran per kapita per tahun yang disesuaikan mencapai Rp11,781 ribu.Selain di bidang IPM, peningkatan juga terjadi di bidang pertanian.

“Produksi padi tahun 2014 mencapai 27.068 ton. Sedangkan produksi padi tahun 2010 hanya mencapai 22.259 ton. Produksi padi Bangka Belitung sekarang ini sudah mencapai 0,04 persen dari total produksi nasional," papar Gubernur.

Muh Yusuf  Rektor Universitas Bangka Belitung mengatakan pengembangan pendidikan perguruan tinggi tidak terlepas dari pembangunan dan pengembangan provinsi. Pemerintah provinsi dan perguruan tinggi mempunyai hubungan dan korelasi saling membutuhkan untuk mempercepat proses membangun kesejahteraan rakyat.

UBB bisa membantu daerah mengidentifikasi, meneliti dan menelaah potensi ekonomi di daerah untuk meningkatkan kesejahteraan dan mengatasi kesenjangan. Ia menambahkan, di bidang pendidikan perlu kiranya pemda mengirimkan lulusan terbaik SMA/SMK untuk kuliah di UBB. Sehingga setelah lulus nanti dapat diberdayakan guna membangun dan memajukan daerah.

“MoU ini bermuara dari implementasi Tri Dharma perguruan tinggi dalam membangun daerah. MoU ini harus diikuti dengan action yang riil seperti penandatangan perjanjian kerja sama dalam berbagai kegiatan ilmiah dengan melihat potensi daerah. Selain itu terus mendorong munculnya riset ilmiah dan kerja sama program lain yang bermanfaat bagi pembangunan," harap Yusuf.

Penulis : Surianto
Sumber : Diskominfo Babel
Editor : Huzari, Adi Tri Saputra
Fotografer : Adi Tri Saputra
Dibaca : 281 Kali